Breaking News:

Virus Corona di Bangka Belitung

Mikron Nilai Pasar Tradisional di Sejumlah Daerah Bangka Belitung Belum Terapkan Physical Distancing

Dia mengatakan, banyaknya masyarakat yang berkunjung ke pasar tradisional, memungkinkan penyebaran pandemi semakin rentan.

Bangkapos.com/Ramandha
Pasar tradisional di Kota Pangkalpinang, Bangka Belitung, di tengah kondisi Covid-19, beberapa waktu lalu. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Dalam situasi Pandemi Corona (Covid-19) saat ini, pasar tradisional merupakan satu di antara fokus pemerintah untuk menanggulangi penyebaran Corona.

Pasar menjadi lokasi rentan penularan Covid-19, dimana banyak masyarakat yang melakukan aktivitasnya membeli barang kebutuhan hidup sehari-hari.

Ketua Puskodalops Gugus Percepatan Penanganan Covid-19 Babel, Mikron Antariksa menuturkan, hal itupun terus menjadi perhatian pihaknya dalam melakukan pencegahan penularan Covid-19.

Dia mengatakan, banyaknya masyarakat yang berkunjung ke pasar tradisional, memungkinkan penyebaran pandemi semakin rentan.

Apalagi hampir seluruh pasar tradisional di Babel selalu ramai oleh kunjungan para pembeli.

Diakuinya, tim gugus penanganan Covid-19 Babel sudah memberikan dukungan dan masukan terhadap strategi penanganan Corona di daerah.

"Kita sudah support kemarin dengan pola ganjil/genap. Artinya, penerapannya, mereka (pedagang) dikasih kupon, bagi yang tanggal genap, berjualan di tanggal genap. Bagi yang ganjil, berjualan di tanggal ganjil," jelasnya kepada Bangkapos.com, Selasa (16/6/2020).

Dari penerapan itu, diharapkan dapat merujuk ke aktivitas physical distancing. Diakuinya, strategi tersebutpun sudah diimbau ke pemerintah daerah (pemda) untuk segera diterapkan.

Akan tetapi, Mikron menilai sebagian besar daerah belum menerapkan physical distancing di pasar tradisional, berdasarkan pantauan yang telah dilakukan pihaknya.

"Hingga sekarang, kami terus mengajukan perbaikan physical distancing ke pemerintah daerah di lingkungan pasar tradisional," terangnya.

Mikron menyadari, pasar tradisional sendiri menjadi tempat yang paling berisiko terjadinya penyebaran Covid-19 dari transmisi lokal. Sebelumnya, pihaknya juga sudah beberapa kali menghadiri rapat yang dihadiri forminda, termasuk bupati/walikota dan membahas tentang pasar.

"Sudah berapa kali kita sampaikan dan beberapa kali juga kita sudah sidak ke lokasi pasar. Tapi, memang masih belum mengindahkan prokes (protokol kesehatan) Covid-19," sebutnya.

"Ganjil genap juga belum ada yang menerapkan. Sedangkan ini kewenangan kabupaten/kota. Sampai sekarang masih belum ada yang menerapkan. Belum lama ini, Babar (Bangka Barat) katanya sudah, tapi belum ada laporan ke kami," tuturnya.

Ia berharap kedepannya masyarakat dapat lebih waspada ketika berada di lingkungan pasar. Termasuk para pedagang yang melakukan aktivitas jual/belinya, dengan terus menjalankan protokol kesehatan Covid-19. (Bangkapos.com/Ramandha)

Penulis: Ramandha
Editor: Dedy Qurniawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved