Breaking News:

Tim GTPPC Bangka Gencar Lakukan Rapid Test dan Swab Untuk Memutuskan Mata Rantai Covid-19 (VIDEO)

Tim GTPPC Kabupaten Bangka terus bekerja keras melakukan upaya untuk memutuskan mata rantai penyebaran penularan wabah Covid-19

BANGKAPOS.COM -- Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 (GTPPC) Kabupaten Bangka, Mulkan mengakui saat ini jumlah pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Bangka sebanyak 57 orang, sedangkan yang sembuh saat ini baru 15 orang.

Kondisi ini merupakan jumlah yang paling banyak dibandingkan Kabupaten/kota yang ada di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

"Kabupaten Bangka memang mengalami lonjakan jumlah pasien terkonfirmasi positif Covid-19 paling tinggi di Babel pasca lebaran ini, karena itu penanganan terhadap para pasien positif Covid-19 dan tracking para kontak penanganannya harus lebih intensif lagi dibandingkan daerah kabupaten/kota lainnya," kata Mulkan , Bupati Bangka usai kegiatan penyerahan bantuan dari PT BAA dan Kemensos RI di aula rumah dinas Bupati Bangka, Selasa (16/06/2020).

Diungkapkan Mulkan, karena itulah Tim GTPPC Kabupaten Bangka terus bekerja keras melakukan upaya untuk memutuskan mata rantai penyebaran penularan wabah Covid-19 dengan melakukan Rapid Test dan pengambilan Swab paling banyak dibandingkan daerah lain terhadap para kontak primer dan sekunder yang berhubungan dengan para pasien positif Covid-19.

" Kita harapkan para kontak primer ini jangan sampai kembali menyebarkan virus kepada para kontak sekunder, karena itu kita gigih sekali untuk melakukan Rapid Test dan Swab terhadap masyarakat, lingkungan sekolah dan lingkungan kerja PT Timah Tbk," tukas Mulkan.

Diakui Mulkan, penyebaran penularan wabah Covid-19 di Kabupaten Bangka bukan hanya dialami warga lokal saja, tetapi juga sudah ada 3 orang Warga Negara Asing (WNA) yang tertular virus Corona ini.

"Dalam masalah penanganan wabah Covid-19 ini kita tidak berbicara siapa yang bertanggungjawab soal warga mana atau siapa yang telah Terdampak tersebut, tetapi bagaimana kita bersama-sama menangani warga yang sudah terdampak ini tanpa memandang asal usul dari mana," jelas Mulkan.

Diakuinya mungkin hal inilah yang menggerakan Kemensos RI untuk membantu Kabupaten Bangka dalam menangani penyebaran penularan wabah Covid-19 ini.

"Kita sudah rapat bersama unsur Forkopimda Bangka soal penegakkan disiplin pelaksanaan protokol kesehatan bagi masyarakat, kita saat ini masih melakukan sosialisasi dan pendekatan secara persuasif, kita terus melakukan edukasi ke masyarakat bahwa kesehatan itu sangat penting bagi kita, mari kita jaga diri dan keluarga kita masing-masing lebih dahulu," ajak Mulkan.

Ditambahkannya soal pemberian sanksi soal bagi para pelanggar protokol kesehatan atau yang melanggar instruksi pemerintah, maka dikenakan sanksi sebagai upaya memberikan efek jera agar masyarakat menjadi lebih disiplin melaksanakan protokol kesehatan.

"Kalau ada yang tertangkap tangan petugas sedang naik motor tapi tidak pakai masker nanti kita tahan dulu SIM nya lalu diminta pulang agar mengambil dan memakai maskernya," imbuh Mulkan.

(Bangkapos.com/Edwardi)

Penulis: edwardi
Editor: Tomi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved