Breaking News:

Berita Belitung

Pemkab Belitung Anggarkan Dana Hampir Rp 400 Juta untuk Pembelian Alat Rapid Test, Ini Penggunaannya

Pemerintah Kabupaten Belitung mengalokasi dana untuk pembelian pengadaan keperluan alat rapid test, Rabu (17/6/2020) sebesar hampir Rp 400 juta

Bangkapos.com/Ramandha
Ilustrasi Rapid Test 

POSBELITUNG.CO-- Pemerintah Kabupaten Belitung mengalokasi dana untuk pembelian pengadaan keperluan alat rapid test, Rabu (17/6/2020)  hampir senilai Rp 400 juta.

Dana tersebut sudah di anggaran menggunakan APBD Kabupaten Belitung. Pembelian alat rapid test tersebut hanya diperuntukan bagi mahasiswa dan pelajar di Kabupaten Belitung.

Khusus untuk mahasiswa tersebut, adalah mahasiswa yang ingin kembali menempuh pendidikan di kampus dan pelajar adalah, calon mahasiswa yang baru mendaftar di perguruan tinggi.

Rapid test tersebut sangat dibutuhkan mahasiswa dan pelajar sebagai salah satu pemenuhan syarat penerbangan.

"Itu kemarin (selasa) sudah kami rapatkan dan kami siapkan sebanyak 1000 unit alat rapid test. Itu semuanya menggunakan APBD dengan alokasi anggaran kemarin Rp 300 juta lebih, hampir Rp 400 juta," ungkap Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Belitung H MZ Hendra Caya kepada Posbelitung.co, Rabu (17/6/2020).

Penggunaan alat rapid test tersebut, secara keseluruhan subsidi pemerintah 100 persen alias gratis.

Apabila alat tersebut sudah selesai dibeli, maka sepenuhnya akan di sebar ke puskesmas-puskesmas yang ada di Kabupaten Belitung.

"Nanti mahasiswa yang ada di Sijuk, ya di Puskesmas Sijuk rapid testnya, mahasiswa yang ada di Membalong ya di Puskesmas Membalong, jadi tidak perlu ke Tanjungpandan lagi," jelas Hendra Caya.

Sekarang ini, menurutnya, Dinas Kesehatan Kabupaten Belitung sedang mempersiapkan penyediaan atau pembelian alat rapid test tersebut, sembari membuat kategori atau syarat mahasiswa dan pelajar yang bisa mengajukan rapid test tersebut.

"Jadi nanti dibuatkan semacam aturan dan pembelian rapid test ini, menggunakan pergeseran anggaran untuk covid-19 kemarin, dan itu masuk dalam biaya tidak terduga kemarin," ungkap Hendra Caya.

Kepala Dispora Kabupaten Belitung Hendra Caya
Kepala Dispora Kabupaten Belitung Hendra Caya (Bangka Pos / Disa Aryandi)

Satu pekan ini, lanjut Hendra, sedang dalam tahap pembuatan surat keputusan (SK) dan diperkiran pekan depan, apabila tidak ada halangan atau kendala, mahasiswa atau pelajar sudah bisa mengajukan rapid test ke puskesmas.

"Tapi untuk orang tuanya atau pendamping, bagi calon mahasiswa yang baru mendaftar, itu tidak bisa, hanya calon mahasiswa baru itu saja, karena ini bagi yang terdampak saja kategori nya. Jadi anaknya saja yang dibantu, kalau orang tuanya tidak," jelasnya.

Terpisah, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Belitung Joko Sarjono mengatakan, untuk rapid test yang baru di anggarkan oleh pemerintah daerah tersebut hanya di khusus untuk mahasiswa dan calon mahasiswa saja.

Sedangkan untuk syarat mengajukan rapid test tersebut, yaitu datang langsung ke puskesmas di kecamatan tersebut, dengan membawa kartu tanda penduduk (KTP), bukti sebagai mahasiswa seperti kartu mahasiswa atau surat keterangan lain nya.

"Kalau mahasiswa baru, bisa membawa KTP dan bukti penerimaan sebagai mahasiswa di kampus yang dituju. Ini sekarang kami sedang mempersiapkan, apabila semua sudah siap, akan kami informasikan lebih lanjut," kata Joko. (Posbelitung.co/Disa Aryandi)

Penulis: Disa Aryandi
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved