Berita Pangkalpinang
Depati Gandhi Tanggapi Masuknya McD ke Pangkalpinang
Menurut Gandhi, banyak potensi lain yang belum terkendali dan terawasi dengan rigid, seperti persoalan tenaga kerjanya sebagian besar belum tegas...
BANGKAPOS.COM, BANGKA - Anggota DPRD Pangkalpinang, Depati Muhammad Amir Gandhi menanggapi hadirnya investasi Mcdonald's di Pangkalpinang.
Menurutnya, sebagai daerah yang berkembang, Pangkalpinang memang harus terbuka terhadap investasi.
Menurut Gandhi, ekspansi McD tentu membawa angin segar terhadap iklim investasi yang pada daerah lain cenderung lesu.
"Kita kira pada posisi saat ini kita harus welcome ya. Tentu syarat-syarat investasi terkait kontrak dan kelanjutan usaha mikro dan menengah wajib dicermati betul," tutur politikus PPP kepada bangkapos.com, Kamis (18/6/2020).
Dia menilai, selama ini Pemkot Pangkalpinang dalam hal investasi sudah bagus dalam proses mendatangkan atau didatangi investor.
Hanya belum cermat membidik urusan ikutan pada sisi kontrak.
Menurut Gandhi, banyak potensi lain yang belum terkendali dan terawasi dengan rigid, seperti persoalan tenaga kerjanya sebagian besar belum tegas mewajibkan investor menggunakan anak-anak muda asli Pangkalpinang.
"Kemudian persoalan parkir dan bisnis keamanan. Kita sebaiknya investasi apapun yang datang harus menggunakan SDM lokal di sekitar lokasi. Ketidakcermatan ini nantinya bakal menimbulkan konflik vertikal diakar rumput. Prinsipnya adalah kesejahtraan dan keadilan daerah. Nah, disini poin keberpihakan pemerintah selaku pengampuh kebijakan dibutuhkan masyarakat," jelasnya.
Gandhi menambahkan, pemkot pun belum maksimal dalam intervensi bahan-bahan produksi dengan mengarus utamakan produk lokal. Menurut dia, apa yang terjadi pada investasi besar sebelum-sebelumnya hanya sebatas simbol dan esensi, belum ke substansi.
Dia berharap, kehadiran investor ini juga membawa pengaruh pada porsi tenaga kerja lokal terserap 80 hingga 90 persen.
"Kalau soal jumlah tenaga kerja, kita sih maunya sebanyak-banyaknya. Tapi kan perusahaan punya hitungan sendiri, tidak muluk-muluk lah maunya 80-90 persen itu karena bagaimanapun kita mengerti harus ada tenaga ahli yg memang didatangkan dari luar," tukasnya.
Muda mudi Antusias
Bakal hadirnya McDonald's di Pangkalpinang membuat sejumlah muda-mudi antusias menyambut gerai makanan cepat saji tersebut.
Satu di antaranya, yakni Mutiara Febiani.
Perempuan berusia 24 tahun itu mengaku senang dan tidak sabar untuk melihat McD ada di tengah Kota Pangkalpinang, layaknya kota-kota besar lainnya.
"Dengan adanya McD ini menambah warna di Pangkalpinang. Mulai kelihatan berkembang san terbuka untuk investor dari luar. Saya yang suka nongkrong sama teman-teman juga senang kalau tahu McD bakal buka di sini," kata Mutiara, Kamis (18/6/2020).
Dia menuturkan, hadirnya McD dapat menambah alternatif nongkrong bagi muda-mudi yang biasanya hanya di cafe-cafe saja.
Adanya gerai makanan cepat saji dengan berbagai pilihan menu ini pun, diakuinya tentu disukai oleh anak-anak bahkan orang dewasa.
Mutiara mengaku, selama ini biasanya mencicipi menu di McD ketika berkunjung ke Jakarta.
Nanti, dengan dibukanya gerai McDonalds ini, ia sudah tidak perlu jauh-jauh lagi untuk mencicipinya.
"Kalau sudah buka nanti pasti banyak yang datang. Saya pun kalau gerainya buka tentu mau juga. Tentu bisa jadi pilihan untuk tempat makan atau nongkrong," kata Mutiara.
Begitu pun yang diungkapkan Agustia, gadis berusia 23 tahun ini juga menyambut antusias kehadiran McD.
Tia menyebut, Pangkalpinang sebagai ibu kota provinsi memang sudah selayaknya terbuka dengan investor yang memiliki nama-nama besar.
Misalnya saja dengan adanya Transmart, Ace Hardware, Indomaret maupun Alfamart membuat wajah kota menjadi lebih modern dan mengikuti perkembangan zaman.
"Biasanya muda-mudi seperti kami ini suka sekali dengan tempat-tempat asik, kekinian dan brand besar seperti itu. Wajah kota jadi berubah, selain itu juga semakin banyak yang datang ke sini membuktikan berkembangnya kota kita," tutur Tia.
Lokasinya Dekat Kerkhof
Sebelumnya, Wali Kota Pangkalpinang, Maulan Aklil (Molen) mengatakan, geliat investasi di Pangkalpinang menuju era new normal atau tatanan normal baru sudah mulai terasa kembali.
Satu di antaranya, yakni bakal hadirnya gerai makanan cepat saji McDonald's (McD).
"Alhamdulillah sepertinya Pangkalpinang mulai jadi tujuan lagi untuk investasi," kata Molen, Kamis (18/6/2020).
Dia mengatakan, McD saat ini sudah mengajukan perizinan untuk pendirian gerai tersebut, yang lokasinya berada di seberang Kerkhof (kuburan belanda Jalan Solihin G.P Kelurahan Melintang).
Molen berharap tahun ini McD dapat beroperasi sehingga dapat menyerap tenaga kerja lokal. Dia menyebut, kehadiran gerai makanan cepat saji ini menaruh investasi cukup besar di Pangkalpinang.
Namun Molen belum menyebut besaran nominalnya.
Pemkot Tunggu Bisnis Plan McD
Diberitakan sebelumnya, McDonald's atau McD Indonesia dikabarkan bakal membuka gerai di Pangkalpinang.
Plt. Kepala Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) dan Ketenagakerjaan Kota Pangkalpinang, Yan Rizana menyatakan, McDonald's yang termasuk dalam PT. Rekso Nasional Food baru mengajukan IPPT (Izin Peruntukan Penggunaan Tanah) ke pihaknya.
Sebelum proses mendirikan gerai makanan cepat saji ini, perusahaan tersebut harus melengkapi dokumen persyaratan, di antaranya izin lingkungan hingga IMB (izin mendirikan bangunan).
"McD itu franchise, mereka beli lahan kosong, jadi membangun gerai dari awal bukan menyewa tempat. Nah proses mereka saat ini baru mengajukan IPPT. Masih panjang prosesnya, butuh waktu sampai dua bulan lah untuk menyelesaikan proses perizinan ini. Itu juga tergantung mereka cepat melengkapi dokumennya," kata Yan Rizana, Kamis (18/6/2020).
Dia mengatakan, izin yang diajukan untuk berdirinya McD berada di atas lahan seluas 1510 meter persegi.
Yan menyebut, kehadiran gerai makanan cepat saji ini bukan hanya diukur dari segi bisnisnya, tetapi juga gambaran investasinya secara menyeluruh termasuk serapan tenaga kerja.
Namun pihaknya belum mendapati gambaran rencana bisnis (bisnis plan) McDonald's tersebut sehingga belum diketahui nilai investasi, target dan persentase untuk tenaga kerja lokal.
"Mereka belum melapor ke kami untuk bisnis plannya. Rencananya pekan depan kami akan panggil meminta dipaparkan itu. Baru kita lihat persentasenya untuk Pangkalpinang berapa tenaga kerja dan lain sebagainya," tambah Yan.
Dia berharap kehadiran McDonald's dapat menyerap tenaga kerja lokal yang lebih dominan.
Tapi sebelum penentuan itu, harus disesuaikan dengan rencana bisnis perusahaan.
Yan menuturkan, upaya-upaya yang dilakukan pemkot untuk menarik investor, yakni dengan melakukan promosi potensi wilayah serta terbuka dengan investor melalui pengurusan izin sesuai standar operasional.
"Kalau sesuai SOP mengajukan perizinan apalagi IMB cuma dua minggu. Tapi balik lagi bagaimana konsumennya cepat atau tidak melengkapi dokumen. Kami sangat terbuka dengan investasi untuk pembangunan di Pangkalpinang," tuturnya. (bangkapos.com/irakurniati)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/depati-gandhi.jpg)