Kamis, 30 April 2026

Sudah Dihinggapi Lalat, Masih Bolehkan Makanan Dikonsumsi Kita? Begini Penjelasannya

Masih Bolehkah Makanan Dikonsumsi Oleh Kita Meskipun Sudah Dihinggapi Lalat?

Tayang:
Editor: M Zulkodri
SHUTTERSTOCK
lalat hinggap di buah mangga 

Sudah Dihinggapi Lalat, Masih Bolehkan Makanan Dikonsumsi Kita? Begini Penjelasannya

BANGKAPOS.COM -Kita mungkin pernah lupa menutup makanan yang ada di atas meja ketika meninggalkannya sejenak.

Saat kembali, rupanya ada hewan kecil yang hinggap di atas makanan tersebut, yakni lalat. Pemandangan ini mungkin cukup sering kita lihat.

Namun, ketika ada lalat di atas makanan, bolehkah kita mengonsumsi makanannya lagi setelah mengusirnya?

Kabar buruknya, ada setidaknya 100 patogen berbeda yang bisa dibawa oleh lalat.

Di antaranya, ada bakteri, virus dan telur parasit, demikian penuturan ilmuwan peneliti dan Direktur Laboratorium Ekologi Vektor Universitas Fordham di Louis Calder Center, Thomas J. Daniels.

Disebutkan, begitu seekor lalat membawa kuman, ia dapat menyebarkan penyakit dengan beberapa cara.

Bakteri dan virus pada makanan yang terkontaminasi, pupuk kandang, dan titik-titik lainnya yang mengandung kuman akan menempel pada tubuh lalat dan rambut-rambut kecil di kakinya.

Ketika ia terbang dan mendarat di tempat lain, seperti makanan, ia akan meninggalkan beberapa kuman itu.

"Jadi akan ada potensi risiko penyakit, bahkan hanya dari lalat yang mendarat pada makanan kita dan patogennya cenderung kecil," kata Daniels, seperti dilansir the Healthy.

Namun, kekhawatiran yang lebih besar datang dari lalat yang muntah. Ini memang terdengar kotor dan menjijikkan, sama seperti kedengarannya.

Saat lalat mendarat di makanan kita, ia tidak menggigit sedikit pun makanan dari sana.
Tapi, itu bahkan bukan yang terburuk.
Artinya, ada kemungkinan bakteri dan virus tetap hidup.
Kuman-kuman itu bercampur dengan muntahan lalat dan tetap berada di mulutnya sampai ia memakannya pada waktu berikutnya.
Menurut spesialis penyakit menular sekaligus penulis buku "How to Avoid Contagious Diseases", Brent W. Laartz, MD, para ilmuwan tahu lalat dapat menyebarkan E. coli, salmonella, hepatitis A, dan rotavirus.
Ada juga shigella, sekelompok bakteri yang dapat menyebabkan diare, demam, dan sakit perut. Tidak perlu banyak bakteri shigella untuk membuat kita sakit.
Semua patogen yang disebutkan di atas adalah bakteri dan virus feses, yang tidak ada pada semua makanan yang dimakan lalat.
Selain itu, hanya ada satu lalat pada makanan bukan berarti kita akan sakit karena kuman yang dibawanya.
Menurut Daniels, jika faktor-faktor tersebut bisa dicegah, maka kita mungkin tidak akan terinfeksi.
Kita mungkin perlu khawatir jika berada di daerah yang kebersihannya tidak terjamin dan banyak serangga di sekitar, seperti saat piknik.
"Jadi, jangan lupa tutupi makanan jika belum dimakan," kata Laartz.
Jika kita mendapati lalat berdengung di sekitar makanan yang sempat kita tinggalkan sebentar tanpa ditutup, membuang makanan mungkin menjadi opsi terbaik.
Artikel ini sudah tayang di kompas.com dengan judul: Masih Bolehkah Makanan Dikonsumsi Oleh Kita Meskipun Sudah Dihinggapi Lalat?
Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved