Breaking News:

Yenny Wahid Tak Habis Pikir Ada Warga Diperiksa Setelah Unggah Guyonan Gus Dur tentang Polisi Jujur

Ismail Ahmad, warga Kepulauan Sula, Maluku Utara dimintai keterangan oleh polisi terkait unggahan guyonan Gus Dur di media sosial Faceb

Editor: fitriadi
Kristian Erdianto
Yenny Wahid saat memberikan keterangan terkait rencana pemberian gelar pahlawan nasional kepada Gus Dur, di kawasan Matraman Dalam, Jakarta Pusat, Rabu (22/6/2016). 

BANGKAPOS.COM, TARNATE - Guyonan Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid alias Gus Dur yang menyebutkan , “ada tiga polisi jujur di Indonesia, yaitu polisi tidur, patung polisi, dan Jenderal Hoegeng” berbuntut pemeriksaan polisi.

Ismail Ahmad, seorang warga Kepulauan Sula, Maluku Utara dibawa ke Polres Kepulauan Sula untuk dimintai keterangan.

Ia dimintai keterangan oleh polisi terkait unggahan guyonan Gus Dur di media sosial  Facebook.

Yenny Wahid, putri dari Presiden RI keempat KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, tak habis pikir dengan kasus pemuda di Kepulauan Sula, Maluku Utara yang dimintai klarifikasi karena mengunggah celotehan Gus Dur tentang polisi jujur di Indonesia.

Menurut Yenny,  kedewasaan bangsa Indonesia diukur dari sikap dalam menanggapi ekspresi humor semacam itu.

"Kedewasaan kita diukur dari sikap kita menanggapi ekspresi-ekspresi humor semacam itu. Humor itu sudah berputar-putar di tengah masyarakat lama sekali," ujar Yenny, ketika dihubungi Tribunnews.com, Kamis (18/6/2020).

Dia mengatakan institusi negara di Indonesia itu memang kerap menjadi bahan humor dari zaman dahulu hingga sekarang.

Bahkan institusi kepresidenan hingga pemuka agama juga tak lepas menjadi bahan humor masyarakat.

"Yang namanya institusi negara di Indonesia itu memang sering menjadi bahan humor dari dulu sampai sekarang. Nggak usah institusi kepolisian, anggota DPR jadi bahan komika, institusi kepresidenan sering jadi bahan lelucon. Kemudian para menteri, pemuka agama pun sering dijadikan bahan lelucon," kata dia.

Menurutnya, humor adalah mekanisme atau cara bangsa Indonesia untuk menghadapi kegetiran, kekecewaan yang ada dan untuk tetap saling mengingatkan.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved