Breaking News:

Liga Italia

60 Persen Suporter Bilang Setuju Jika Maurizio Sarri Dipecat Juventus

Posisi Maurizio Sarri di bangku pelatih Juventus tidak aman lagi setelah Si Nyonya Tua kalah di final Coppa Italia.

TWITTER.COM/JUVENTUSFCEN
Pelatih Juventus, Maurizio Sarri. 

BANGKAPOS.COM -- Posisi Maurizio Sarri di bangku pelatih Juventus tidak aman lagi setelah Si Nyonya Tua kalah di final Coppa Italia.

Pada 17 Juni lalu, Juventus dikalahkan Napoli 2-4 lewat adu penalti di laga pamungkas Coppa Italia.

Di tangan Maurizio Sarri, Juventus musim ini sudah kehilangan dua peluang meraih trofi.

Sebelumnya pada 22 Desember 2019, Juventus juga kalah 1-3 dari Lazio dalam laga perebutan Piala Super Italia.

Badai kritik pun menghantam Maurizio Sarri menyusul kegagalan terbaru di Coppa Italia.

Eks pelatih Napoli dan Juventus ini dituding tidak bisa mengeluarkan kemampuan terbaik bintang-bintang Juventus.

Ada pula yang mengkritik Sarri terlalu keras kepala memaksakan filosofi permainan ke Juventus, yang ternyata kemudian sulit mengeksekusinya.

"Hasil itu adalah sebuah tamparan di wajah. Kita melihat jelas ada masalah di Juventus," ujar legenda Tim Hitam Putih, Alessandro Del Piero, seperti dikutip Bolasport.com dari Football Italia.

"Tidak bisa diterima Juventus masih belum memiliki identitas permainan," timpal mantan presiden klub, Giovanni Cobolli Gigli.

"Dengan merekrut Cristiano Ronaldo, Juventus membuang sepak bola tim dan fokus pada satu pemain. Max Allegri bisa membuat strategi itu berjalan, Sarri tidak."

Halaman
12
Editor: teddymalaka
Sumber: BolaSport.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved