Gerhana Matahari Cincin

Ustaz Yuda Jelaskan Cara Memaknai dan Hal Baik yang Dilakukan Saat Gerhana Matahari

Ustaz Yuda Jelaskan Cara Memaknai dan Hal Baik yang Dilakukan Saat Gerhana Matahari

Ist/Ustaz Yuda
Ustaz Yuda Abdurahman 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Ustaz Yuda Abdurahman menjelaskan cara memaknai gerhana matahari yang terjadi hari ini, Minggu (21/6/2020).

"Kita selaku umat islam, memaknainya baik itu gerhana matahari atau gerhana bulan itu merupakan tanda-tanda kekuasaan Allah,"ujar Ustaz Yuda saat dihubungi bangkapos.com, Minggu (21/6/2020).

Dijelaskannya hal ini sesuai dengan Qs. Fushshilat ayat 37:

وَمِنْ ءَايَٰتِهِ ٱلَّيْلُ وَٱلنَّهَارُ وَٱلشَّمْسُ وَٱلْقَمَرُ ۚ لَا تَسْجُدُوا۟ لِلشَّمْسِ وَلَا لِلْقَمَرِ وَٱسْجُدُوا۟ لِلَّهِ ٱلَّذِى خَلَقَهُنَّ إِن كُنتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ

Artinya: Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah malam, siang, matahari dan bulan. Janganlah sembah matahari maupun bulan, tapi sembahlah Allah Yang menciptakannya, Jika Ialah yang kamu hendak sembah.

"Jadi dengan ini kita harus pahami, bahwa gerhana ini tanda kekuasaan Allah bukan hanya semata-mata fenomena alam," tutur Ustaz Yuda.

Ditegaskannya bahwa fenomena alam ini tidak ada kaitannya dengan tahayul-tahayul kepercayaan orang jahiliyah.

"Tidak ada kaitannya dengan kepercayaan mereka (orang jahiliyah-red) yang mengatakan bila gerhana matahari maka ada orang meninggal ada sesuatu yang berkaitan dengan diri seseorang. Itu tidak ada," kata Ustaz Yuda.

Hal ini sesuai dengan Rasullulah SAW bersabda:

إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ، لاَيَنْخَسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلاَ لِحَيَاتِهِ، فَإِذَا رَأَيْتُم ذَلِكَ، فَادْعُوا اللَّهَ، وَكَبِّرُوْا، وَصَلُّوْا، وَتَصَدَّقُوْا

Halaman
1234
Penulis: Cici Nasya Nita
Editor: Dedy Qurniawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved