Breaking News:

Bikin Merinding Kisah Mistis Driver Ojol Antar Penumpang Cewek Viral, Sempat Dibonceng

Kisah driver ojek online (ojol) mengalami kisah mistis viral. Saat itu dia mendapatkan orderan untuk mengantar penumpang menuju ke Subang.

Editor: nurhayati
KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG
Ilustrasi ojol yang mengantar penumpang 

BANGKAPOS.COM--Kisah driver ojek online (ojol) mengalami kisah mistis viral. Saat itu dia mendapatkan orderan untuk mengantar penumpang menuju ke Subang.

Sang driver tersebut bernama Herman. Dia akhirnya bertemu dengan Risa Saraswati karena penumpang perempuan yang diantarnya tersebut mengaku Tim Risa Saraswati.

Peristiwa mistis yang dialami Herman ini viral di media sosial.

Ternyata penumpang bernama Cindy yang diantarnya tersebut sudah meninggal dunia sejak empat tahun yang lalu.

Herman, driver ojol yang bawa penumpang ke Subang cerita ke Risa Saraswati
Herman, driver ojol yang bawa penumpang ke Subang cerita ke Risa Saraswati (Youtube channel jurnalrisa )

Cerita tersebut diurai Herman langsung di hadapan Risa Saraswati.

Sebagai salah seorang indigo, Risa Saraswati pun menyimak dengan seksama cerita Herman.

Ojol Asal Magelang Ini Viral, Wajahnya Disebut Mirip Artis Drama Korea Ji Chang Wook

Awalnya Herman mau mengantar Cindy karena diminta driver ojol lain di jalanan.

Saat sedang berhenti di lampu merah jalanan Bandung, Hermandimintai bantuan oleh sesama driver ojol.

Driver ojol yang tak dikenalnya itu meminta Herman untuk mengantar Cindy ke Subang.

Kasihan melihat driver ojol tak bisa mengantar penumpang, Herman pun akhirnya mau mengantarkan Cindy ke Subang.

Bukan cuma mengantar ke Subang, Herman kala itu diminta Cindy untuk mengantarnya kembali ke Bandung.

Ya, perjalanan Herman dan Cindy itu rencananya adalah pulang pergi.

Tak menaruh curiga, Herman pun akhirnya bergegas mengantar Cindy dari Bandung menuju Subang.

Sepanjang perjalanan, Cindy diakui Herman selalu berbicara soal motor.

Driver Ojol ini Kisahkan Pendapatan Sehari Hanya Rp 50 Ribu

Hingga akhirnya, Cindy pun memaksa Herman untuk dia saja yang membawa motor.

Merasa tak enak, Herman pun menolak permintaan Cindy.

Sampai di Lembang, Herman pun berinisiatif untuk mengisi bensin.

Tiba di pom bensin, Herman menyebut bahwa kehadirannya mendadak jadi pusat perhatian.

Ya, saat Herman mengisi bensin, orang-orang di pom langsung melihatnya dengan heran.

Tak langsung curiga, Herman mengaku saat itu dirinya tidak berpikir soal mistis.

"Bensin saya udah mau habis tinggal satu strip, saya ke pom. Nah di situ udah pada ngeliat. Cuma saya gak penasaran lah, mungkin lihat cewek," ungkap Herman di vlog jurnalrisa yang dilansir pada Kamis (18/6/2020).

"Pada ngeliat gimana ?" tanya Risa Saraswati.

"Ya mungkin kalau, maaf ya, kalau pikiran kotor, Cindy itu kan pakai kaos putih, kena hujan, ya otomatis transparan. Pikir saya ke sana," ujar Herman.

Ojol di Babel Wajib Gunakan Sarung Tangan dan Masker, Penumpang Disarankan Bawa Helm Sendiri

Sempat tak curiga, ketakutan Herman tiba-tiba muncul saat masuk ke wilayah Tanjakan Emen.

Kala itu, Cindy sudah dalam posisi yang membonceng Herman.

Ya, setelah memaksa dengan cukup sengit, Cindy akhirnya diizinkan membonceng Herman.

Merasa ada yang janggal, Herman pun ketakutan.

Sebab saat masuk ke wilayah Tanjakan Emen, motor yang dinaikinya mendadak jadi berat.

"Mulai masuk Tanjakan Emen, perasaan motor agak berat. Meskipun saya dibonceng, tapi bisa merasakan," pungkas Herman.

"Kerasa gitu beda ?" tanya Risa Saraswati.

"Saya ngomong 'mba, berasa enggak ini motor kayak berat. Kayak ada yang naik ?'. Ya itu di tengah kata dia tuh," ujar Herman.

Mengaku takut, Herman pun disuruh Cindy untuk berdzikir.

Ngojek 4 Tahun, Driver Ojol Ini Bangun Rumah Mewah dan Kos-kosan, Ini Kisahnya

Namun saat menyuruh dzikir, Cindy diakui Herman seperti meminta dengan nada marah.

"Ya udah Aa dzikir aja. Dia ( Cindy) bilang dzikir itu, kayak agak marah nadanya tuh," imbuh Herman.

"Kayak marah ?" tanya Risa Saraswati.

"Nah di sana tapi, waktu saya mau dzikir, dia ( Cindy) ngajak ngobrol terus," kata Herman.

Tak cuma di situ, Herman juga akhirnya merasa ketakutan.

Yakni saat Cindy tiba-tiba membunyikan klakson di Tanjakan Emen.

Herman menyebut bahwa ketika sudah masuk ke kawasan Tanjakan Emen, Cindy mendadak membunyikan klakson.

"Nah gini a, kalau lewat jalan sini harus bunyiin klakson. Kalau enggak, buang puntung rokok, katanya gitu," pungkas Herman.

Saat itu, Herman mengaku ketakutan bukan karena hal mistis.

Herman khawatir jika Cindy adalah komplotan begal.

Meski ketakutan, Herman pun tetap berpikiran positif.

CUMBUAN Gadis Belia 19 Tahun Tak Membuat Driver Ojol Senang, Celetukan Sang Cewek Berujung Petaka

Terutama saat Herman melihat keanehan pada Cindy yang mendadak sedih saat mengurai cerita soal mbah emen.

"Dia ( Cindy) nadanya kayak sedih, cerita soal mbah emen. Kenapa sih orang-orang selalu nyalahin mbah emen, padahal mbah emen tuh korban juga," kata Herman.

Sempat redam rasa takutnya, Herman kembali dibuat merinding.

Yakni saat ia melihat ada orang jogging di Tanjakan Emen.

"Di situ saya lihat ada orang jogging. Lari-lari kecil," kata Herman.

"Berarti itu jam 10 an ya ?" tanya Risa Saraswati.

"Mungkin setengah 10. Kalau jam 10 posisi di Subang, udah nyampe," ujar Herman.

Modus Pura-pura Dorong Motor karena Kehabisan Bensin, Baim Wong Kena Tipu Oknum Ojol

Tak seperti Herman yang takut, Cindy justru tenang.

Melihat orang jogging, Cindy menyebut bahwa itu hanya orang gila.

Mengalami serangkaian hal menyeramkan, Herman dan Cindyakhirnya sampai di Subang.

Setibanya di Subang, Herman pun menunggu di depan gang rumah Cindy.

Diminta menunggu, Herman mulai curiga saat Cindy tak muncul-muncul lagi di hadapannya.

Hingga akhirnya Herman mendapat kabar bahwa Cindy adalah sosok wanita di Subang yang sudah meninggal dunia 4 tahun lalu.

Cerita Awal Herman soal Antar Penumpang yang Sudah Meninggal 4 Tahun Lalu

Diminta mengantar Cindy ke Subang, driver ojek online bernama Herman Suherman itu justru mengalami hal mistis.

Kejadian horor itu lantas Herman ungkapkan kepada Risa Saraswati.

Sebab, penumpangnya yang bernama Cindy itu mengaku adalah tim dari Jurnal Risa yang dipimpin Risa Saraswati.

Herman lantas bercerita soal pengalamannya yang pernah mengantar Cindy, wanita yang mengaku adalah tim jurnal risa.

Dari Bandung, Herman diminta Cindy untuk mengantarkannya ke Subang.

"Teteh" & Akang", 
Sebelumnya mohon maaf, saya mau nanya, apa di Tim JurnalRisa ini ada yang namanya Cindy (almarhum)...??

Saya Driver Ozol, pernah mengantarkan beliau dari depan Istana Plaza Bandung ke Subang. Rencanya kami akan melakukan perjalanan Bandung-Subang (PP) dengan imbalan 400K. Bahkan dari Pom Bensin Lembang, saya dibonceng sama beliau, sampai tujuan," ungkap Herman.

Viral Wanita Mengunakan Mobil Mewah Bagi-bagi Uang, Warga dan Driver Ojol Jatuh Bangun Berebutan

Selama di perjalanan, Herman mengaku ia dibonceng oleh Cindy.

Merasa aneh, Herman mengaku selama perjalanan selalu diperhatikan oleh banyak orang di jalan.

Yang paling membuat Herman teringat adalah sepanjang perjalanan, Cindy selalu menceritakan hal mistis.

"Tak sedikit orang yg memperhatikan saya seperti keheranan. Sepanjang perjalanan dr Lembang ke Subang, beliau bercerita tentang hal" yg berbau mistis (gaib), & beliau bercerita tentang Tim JurnalRisa ini dan mengaku bagian dari tim ini.

Bahkan beliau menawarkan ke saya tuk menjadi Kru dr Tim ini dengan imbalan 200K, dalam setiap syuting (mengantar ke tempat" yg akan digali cerita mistisnya).

Cerita Herman bawa penumpang yang sudah meninggal dunia
Cerita Herman bawa penumpang yang sudah meninggal dunia (Twitter @risasaraswati)

Di tengah" perjalanan pun, banyak hal" aneh yg saya temui,"pungkas Herman.

Tak curiga, Herman pun akhirnya selesai mengantar Cindy ke Subang.

Setibanya di tempat tujuan, Herman diminta untuk menunggu Cindy di depan gang.

Saat itu Cindy menolak diantar ke rumahnya karena takut dimarahi Ayahnya.

 "Setelah sampai ditujuan, beliau meminta saya untuk menunggu dimulut Gang, karena k'lo ketahuan ayahnya, pasti dimarahin & beliaupun menunjukkan rumahnya," tulis Herman.

Jungkir Balik Driver Ojol Bertahan Hidup Setelah Terdampak Corona, Di-PHK hingga Jual Kue Lebaran

Satu jam lebih menunggu, Herman mulai curiga pada Cindy.

Penasaran, Herman pun akhirnya memutuskan untuk pergi ke alamat rumah Cindy.

Namun alangkah terkejutnya Herman saat tiba di depan rumah Cindy.

Sebab rumah itu tampak kosong, kotor dan kumuh serta gelap.

Ketika Herman bertanya ke penduduk sekitar, tak ada warga yang mengenal Cindy.

"Setelah menunggu satu jam lebih tak kunjung datang, saya memutuskan untuk kerumahnya. Setiba dirumahnya, bukannya ketemu sama beliau ataupun keluarganya, tapi yang saya temui, hanyalah rumah kosong, kotor, kumuh dan gelap. Saya tanya ke penduduk sekitar, tapi tdk ada yang mengenalinya," sambung Herman.

Dalam suasana bingung, Herman pun akhirnya pergi ke kota Subang.

Herman lantas meminta bantuan kepada driver ojol Subanguntuk menemukan Cindy.

"Kemudian saya pergi kearah Kota Subang dan Alhamdulillah disana, saya bertemu dengan para driver" Ozol yang sedang ngalong. Saya dibantu mereka & diizinkan utk bermalam di Basecam mereka.
Ke esokan paginya, sekitar jam 05.00 subuh, saya pulang ke Bandung dan beraktivitas seperti biasa," ungkap Herman.

Kisah Driver Ojol Wanita Tetap Narik di Tengah Pandemi Covid-19, Demi Menghidupi Anak-anaknya

Cerita Herman dapat penumpang yang sudah meninggal
Cerita Herman dapat penumpang yang sudah meninggal (Twitter @risasaraswati)

Satu hari kemudian, Herman kembali dibuat terkejut kala dikabarkan rekannya sesama driver ojol di Subang.

Setelah ditelusuri, Cindy, penumpang yang dibawa Herman itu rupanya sudah meninggal dunia empat tahun lalu.

"Setelah selang 1 hari (lusa-nya), pagi" saya buka Hp, dan saya pun terkejut, karena mendapatkan kabar via Wa dari driver Ozol Subang yg membantu saya (mereka mengaku sudah sweeping kedaerah dimana saya mengantarkan alm.Cindy dan sdh bertemu dengan keluarganya, mereka meminta saya agar sabar dan ikhlas, karena yang saya antarkan itu sudah meninggal 4 tahun yg lalu, akibat kecelakaan dalam perjalanan Bandung-Subang)," cerita Herman.

(Tribunnewsbogor.com/Khairunnisa)

Artikel ini telah tayang di tribunnewsbogor.com dengan judul Antar Penumpang yang Meninggal 4 Tahun Lalu, Ojol : Nyuruh Dzikir di Tanjakan Emen Tapi Kayak Marah

Sumber: Tribun Bogor
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved