Jumat, 17 April 2026

Berita Pangkalpinang

Hari Pertama Daftar PPDB Online Lelet, Dindikbud Pangkalpinang Sebut Penyebabnya

Eddy Supriadi mengatakan hari pertama dibukanya PPDB (penerimaan peserta didik baru) jenjang SD dan SMP secara daring atau online

siap-ppdb.com
PPDB SD secara Online 2020 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pangkalpinang, Eddy Supriadi mengatakan hari pertama dibukanya PPDB (penerimaan peserta didik baru) jenjang SD dan SMP secara daring atau online, sekitar 2000 calon siswa sudah mengakses ke situs pendaftaran.

Diakuinya memang ada keterlambatan akses masuk situs karena ribuan pendaftar yang masuk ke laman tersebut.

Eddy menyebut meski sudah menggunakan server cadangan, pendaftar yang akses membludak.

"Kami harap bersabar, berproses. Kan masih ada waktu tiga hari. Jadi coba lagi besok. Hari ini karena pertama pembukaan jadi pasti banyak yang akses. Mungkin besok mulai renggang," kata Eddy, Senin (22/6/2020).

Dia mengatakan digunakannya pendaftaran secara daring atau online ini untuk mempermudah masyarakat mendaftar dimana saja dan mengurangi kerumunan massa yang mendaftar di sekolah.

Masyarakat tidak perlu khawatir tidak bisa mendaftarkan anaknya masuk sekolah karena dinas pendidikan menjamin semua anak memperoleh hak dasar untuk belajar.

Eddy menyebut bagi orangtua yang tidak mempunyai akses mendaftar secara online bisa langsung mendatangi sekolah dengan membawa berkas yang diperlukan.

"Operator sekolah akan membantu. Kami tidak ingin menyusahkan bersekolah. Ini kami rancang sebetulnya mempermudah dan di tengah pandemi mengurangi kerumunan. Jadi kalau tidak punya ponsel pintar ataupun tidak mengerti silahkan ke sekolah yang dituju," tutur Eddy.

Tak Paham Daftar PPDB Online, Orangtua Datangi Sekolah

Sejumlah orangtua calon siswa mengeluhkan pendaftaran PPDB (penerimaan peserta didik baru) SD dan SMP secara daring atau online.

Mereka mengaku sulit mendaftarkan anaknya lantaran tidak mempunyai ponsel pintar dan tidak mengerti mengakses pendaftaran tersebut.

Di SD Negeri 14 Pangkalpinang, sejumlah orangtua calon siswa mendatangi sekolah untuk meminta bantuan cara mendaftar secara online.

Pendaftaran PPDB di SD Negeri 14 Pangkalpinang, Senin (22/6/2020)
Pendaftaran PPDB di SD Negeri 14 Pangkalpinang, Senin (22/6/2020) (Bangkapos.com/Ira Kurniati)

Dewi Martini seorang warga Pangkalarang membawa map berisi berkas-berkas untuk mendaftarkan cucunya.

Dia mengaku tidak mempunyai ponsel pintar bahkan tidak mengetahui cara teknis mendaftar online tersebut. 

Dewi kemudian mendatangi sekolah dan meminta bantuan guru-guru petugas PPDB di SD Negeri 14.

Dia mengaku sangat kesulitan dengan kebijakan pendaftaran sekolah seperti ini. Terutama bagi warga yang sudah tua dan kurang paham mengenai teknologi.

"Yang seperti ini mempersulit kami sebagai orangtua. Apalagi tidak bisa otak-atik ponsel pintar. Kalau bisa tolong lah pemerintah kota jangan buat seperti ini. Bagi mereka yang orangtuanya paham teknologi mudah, namun untuk kami mempersulit. Kami tidak tahu," tutur Dewi ditemui di SD Negeri 14 Pangkalpinang, Senin (22/6/2020).

Dewi menyebut diberikan waktu tiga hari untuk mendaftar PPDB namun sampai saat ini dia hanya menunggu bantuan dari sekolah yang dituju untuk memfasilitasi cucunya.

Sama halnya dengan Zahria, warga setempat yang juga khawatir anaknya tidak bisa masuk ke sekolah karena terlambat mendaftar.

Zahria mengaku datang ke sekolah untuk meminta bantuan operator mengisi nama anaknya dalam sistem daring.

"Kasihan anak saya kalau kami orangtua ini tidak tahu daftar online. Tahun depan dia sudah tujuh tahun, bisa-bisa telat terus sekolahnya," ucapnya.

Dia menuturkan hendak meminta tolong dengan adiknya yang paham cara mendaftar daring, namun belum dilakukan karena kesibukan sang adik. Zahria hanya bisa menunggu dan antre untuk dibantu oleh petugas PPDB sekolah.

"Kami minta tolong anak-anak mau sekolah jangan dipersulit seperti ini. Kami khawatir mereka tidak bisa masuk sekolah. Mohon dari pemkot untuk bisa bantu orangtua seperti kami," tutur Zahria.

Sementara itu Ketua Komite SD Negeri 14 Pangkalpinang, Ibrahim mengatakan warga Pangkalarang rata-rata sulit mengakses pendaftaran secara daring.

Kebanyakan warga yang bekerja sebagai nelayan itu juga tidak mempunyai ponsel pintar.

"Saya sudah diskusi dengan pihak sekolah, bagaimana kalau kita fasilitasi dan bantu untuk daftar lewat operator sekolah. Kita tampung dulu semua berkas, lalu diatur bagaimana sekolah mengatur siapa yang lolos untuk verifikasi. Bahkan saya ada rencana kalau banyak warga yang tidak bisa daftar online, saya yang menghadap dinas untuk meminta toleransi ini," kata Ibrahim.

Dia berharap di sisa waktu pendaftaran dua hari lagi, Dinas Pendidikan dapat memberi toleransi dan kemudahan mendaftar bagi warga yang tidak punya akses untuk daftar secara daring.

Alur Pendaftaran PPDB Online untuk SD dan SMP di Pangkalpinang

Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pangkalpinang, Eddy Supriadi, menjelaskan alur pendaftaran PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru) jenjang SD dan SMP yang menggunakan sistem daring dimulai pada 22-25 Juni 2020.

Dia menuturkan untuk proses pendaftaran bisa menggunakan ponsel pintar maupun laptop, yang diakses pada laman ppdb.pangkalpinangkota.go.id.

Setelah diakses calon peserta didik baru mengisi formulir yang tersedia dan memilih sekolah sesuai jalur PPDB. Eddy mengatakan, ada bukti-bukti foto yang harus dilampirkan oleh calon peserta didik, seperti kartu keluarga, akta kelahiran maupun dokumen lainnya. Dokumen ini cukup dikirim dengan format jpeg atau dalam bentuk foto.

"Tidak perlu kirim dalam bentuk file pdf, cukup foto saja. Kami buat supaya lebih mudah dan bisa diakses dimana saja," kata Eddy Supriadi, Jumat (12/6/2020).

Dia menambahkan setelah mendaftar dan melengkapi dokumen, calon peserta didik dapat mencetak bukti pengajuan pendaftaran.

Petugas PPDB kemudian akan memproses verifikasi secara daring ini. Eddy menjelaskan, pengumuman calon peserta didik diterima di sekolah yang dituju akan diumumkan pada 30 Juni 2020. Setelah itu, dilakukan pendaftaran ulang pada 1 Juli 2020 di sekolah penerima dengan membawa berkas pernyataan asli.

"Pengumuman yang terverifikasi juga kami sampaikan secara daring dilaman tersebut. Bagi orang tua bisa melihat dan kroscek agar bisa persiapkan berkasnya," sambung Eddy.

Pendaftaran PPDB melalui sistem daring ini diharapkan mempermudah masyarakat mengakses layanan dimana saja dan menghindari proses pendaftaran di sekolah yang bakal menciptakan kerumunan di tengah pandemi Covid-19.

Namun bagi masyarakat yang tidak memiliki ponsel pintar atau kemampuan untuk mengakses pelayanan secara daring, Eddy mengatakan boleh mendatangi sekolah yang dituju untuk diarahkan proses pendaftaran. Sistem daring ini dibuat bukan untuk mempersulit masyarakat terutama bagi yang tidak mampu.

"Kami menghindari kerumunan makanya diinovasikan seperti ini. Kalau misalnya ada tetangga yang bisa mengakses ini ya silahkan minta bantuan. Tapi jika memang tidak mampu, silahkan datang ke sekolah yang dituju. Ada operator dan petugas PPDB dapat membantu. Dengan menggunakan sistem bukan berarti yang kurang mampu bisa terhalang, kami persilahkan mau akses yang mudah secara daring atau datang ke sekolah, cuma jangan berkerumun," kata Eddy.

(bangkapos.com/Ira Kurniati)

Sumber: bangkapos
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved