Breaking News:

Penyelundupan Burung Kolibri

Pemprov Babel Melindungi Habitat Burung Kolibri, Dilarang untuk Dilakukan Eksploitasi

Karantina Pertanian Kota Pangkalpinang telah berhasil menggagalkan penyelundupan burung Kolibri sebanyak 430 ekor

Penulis: Riki Pratama | Editor: Ardhina Trisila Sakti
Dokumentasi Bangka Pos
430 Kolibri yang Hendak Diselundupkan ke Jakarta Diamankan Balai Karantina Pertanian 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Karantina Pertanian Kota Pangkalpinang telah berhasil menggagalkan penyelundupan burung Kolibri sebanyak 430 ekor yang dikemas dalam 13 boks plastik, pada Senin (22/6/2020).

Dengan terungkapnya penyelundupan tersebut, sangat disayangkan oleh Kabid Perlindungan, Konservasi, Sumber Daya Alam dan Ekosistem, Dinas Kehutanan, Provinsi Babel, Jon Saragih, dia mengatakan hewan tersebut dilarang untuk dilakukan eksploitasi.

Dia mengatakan secara Surat Keterangan (SK) Kementrian Kehutanan tidak menyebutkan namun secara himbauan Gubernur melarang terkait eksploitasi secara besar-besaran dilakukan terhadap burung kolibri tersebut.

"Secara SK menteri memang tidak, tetapi dari himbauan Gubernur Babel tidak boleh di eksploitasi banyak-banyak, kalau satu dua ekor untuk di pelihara tidak masalah,"jelas Jon Saragih kepada Bangkapos.com, Senin (22/6/2020).

Dia mengatakan kenapa Gubernur melarang ekploitasi burung kolibri karena dianggap bisa menghilangkan habitat burung yang termasuk menjadi ciri khas Provinsi Babel.

"Karena kalau semua diambil hingga dijual belikan bisa membumi hanguskan burung kolibri di Babel ini. Sehingga Gubernur menghimbau agar masyarakat tidak mengekploitasi burung tersebut, kalau satu dua untuk peliharaan atau hiasan tida apa, tetapi kalau sudah ratusan di jual itu untuk cari duit,"ungkapnya.

Ia menjelaskan habitat burung kolibri di Babel saat banyak, dan burung kolibri asal Babel memiliki ciri khas sendiri, berbeda dengan kolibri di daerah lainya.

"Potensi khusus Babel ini hewan yang juga merupakan ciri khas Bangka Belitung, sehingga harus tetap dilindungi serta dilarang untuk diekploitasi. Kami juga sudah meminta semua warga termasuk dari Kades dan Lurah untuk menjaga agar burung tersebut jangan diperjual belikan secara besar-besaran, karena apabila ada yang melanggar akan ditangkap, kita sita burungnya itu konsekuensinya,"tegasnya.

(Bangkapos.com/Riki Pratama)

Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved