Breaking News:

Virus Corona di Bangka Belitung

Rapat Bahas Rapid Test Mandiri Sopir Truk Digelar Tertutup

Perwakilan dari Serikat Pengemudi Truk Nusantara hanya diperbolehkan lima orang saja, sedangkan media tidak diperbolehkan meliput

Bangkapos.com/Yuranda
Para media menunggu di Depan KSOP Pangkalbalam, Senin (22/6/2020) 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Rapat membahas rapid test mandiri terhadap pengemudi Truk Nusantara dengan Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Pangkalbalam digelar tertutup.

Perwakilan dari Serikat Pengemudi Truk Nusantara hanya diperbolehkan lima orang saja, sedangkan media tidak diperbolehkan meliput berlangsungnya rapat.

"Nanti saja ya, kalau mau wawancara," ujar penjaga Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Pangkalbalam, Senin (22/6/2020).

Hingga kini rapat masih berlangsung dan awak media masih menunggu di luar kantor KSOP Pangkalbalam.

Sejumlah Pengemudi Truk Nusantara mendatangi kantor Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Pangkalbalam, Senin (22/6/2020)
Sejumlah Pengemudi Truk Nusantara mendatangi kantor Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Pangkalbalam, Senin (22/6/2020) (Bangkapos.com/Yuranda)

Keberatan Diminta Rapid Test Mandiri

Sejumlah Serikat Pengemudi Truk Nusantara diundang rapat ke Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Pangkalbalam untuk membahas rapid test mandiri yang akan diberlakukan kepada sopir truk pengangkut logistik. Senin (22/6/2020) di Pelabuhan Pangkalbalam.

Para Serikat Pengemudi Truk Nusantara merasa keberatan dengan adanya rapid test mandiri karena harga yang dikeluarkan bergitu mahal dan hanya diberlakukan di Pelabuhan Pangkalbalam saja.

"Kami sangat keberatan dengan adanya rapid test mandiri ini, kami kesini bukan demo tapi diundang untuk membahas masalah rapid test mandiri. Kami keberatan dengan harga yang begitu tinggi, dari Rp 350 ribu sampai Rp 400 ribu, sekali test," kata Anggota Serikat Pengemudi Truk Nusantara, Agustinus, Senin (22/6/2020).

Menurut Agustinus di Pelabuhan Tanjung Priok hanya diberlakukan surat kesehatan untuk para pengemudi.

Sehinga para pengemudi ini mengaku heran di Pelabuhan Pangkalbalam harus menggunakan rapid test.

"Kami masuk ke sini satu kali seminggu untuk menganggkut logistik. Alasan dari pemerintah karena kehabisan alatnya rapid, jadi disuruh mandiri. Kami heran sedangkan di Priok hanya menggunakan surat kesehatan tapi disini beda ya?, " ujarnya.

Sebanyak dua ratusan sopir truk pengangkuti logistik yang masuk ke pelabuhan ini, sebelumnya mereka menjalani rapid test gratis dari pemerintah.

"Semalam mau berangkat juga, tapi tidak jadi berangkat karena harus melalui rapid test ini. Sepertinya kami di persulit sedangkan 90 persen logistik masuk ke sini semua," katanya.

Saat ini Serikat Pengemudi Truk Nusantara dan pihak Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Pangkalbalam masih mengadakan rapat membahas permasalahan tersebut.

(Bangkapos.com/Yuranda)

Penulis: Yuranda
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved