Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Hilangkan Image Sekolah Favorit, Jalur Zonasi di PPDB untuk Pemerataan Pendidikan

Jalur zonasi pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) untuk menghilangkan image sekolah unggulan atau favorit di kalangan masyarakat.

Penulis: Riki Pratama | Editor: nurhayati
Bangka Pos / Resha Juhari
Ilustrasi orang tua dan murid melihat hasil pengumuman Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) sebelum pandemi corona. 

BANGKAPOS.COM,BANGKA--Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Bangka Belitung, M Soleh mengatakan bahwa tujuan adanya jalur zonasi pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) untuk menghilangkan image sekolah unggulan atau favorit di kalangan masyarakat.

"Dengan sistem zonasi pertama kita ingin menghilangkan image sekolah unggulan atau favorit, karena sekolah itu sama negeri dan swasta sama dalam semua kurikulum juga sama tidak ada beda," jelas Soleh kepada Bangkapos.com, Selasa (23/6/2020).

Menurutnya, pemerintah saat ini sedang berupaya untuk pemerataan mutu pendidikan disemua sekolah yang menghasilkan siswa yang berkualitas di setiap sekolahnya.

"Tujuan pemerataan mutu pendidikan karena ada beranggapan bahwa ada sekolah favorit, sehingga siswa pintar ngumpul disana, tetapi tidak kita inginkan pemerataan, siswa yang masuk input awalnya tidak bagus ketika menjalankan proses pendidikan yang baik menghasilkan output yang berkualitas, sehingga sekolah dituntut untuk melakukan pemerataan dalam inputnya semua sama untuk menghasilkan prestasi," kata Soleh.

Sementara disinggung bagaimana dalam penerimaan siswa baru, masa adanya praktek titipan siswa.

"Kita minta ke masyarakat pertama ikutilah aturan jangan memaksakan diri jika tidak diterima sekolah negeri, ada sekolah swasta yang pendidikanya sama, termasuk untuk siswa tidak mampu, baik dari prasarana, kualitas sekolah negeri dan swasta itu sama," imbau Soleh.

Sementara untuk sekolah yang menerima penyandang cacat, atau anak berkebutuhan khusus yaitu SMA 3 untuk di Pangkalpinang dan setiap Kabupaten/Kota juga terdapat sekolah yang bisa menerima anak berkebutuhan khusus.

"SMA 3 Pangkalpinang itu inklusif untuk menerima anak berkebutuhan khusus, yang harus membawa rekomendasi psikolog minimal IQ 70, dan koutanya menyesuaikan jumlah yang mendaftar dan pwrlu rekomendasi psikolog, karena belum semua bisa terima," katanya.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Bangka Belitung, M Soleh.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Bangka Belitung, M Soleh. (Bangkapos/Riki Pratama)

Jadi Polemik

Permendikbud Nomor 44 Tahun 2019 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), mengatur soal penerimaan siswa melalui jalur zonasi, mutasi, afirmasi, dan prestasi.

Halaman
12
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved