Breaking News:

KBI dan Bappebti Beberkan Pentingnya Manfaatkan Sistem Resi Gudang untuk Kesejahteraan Petani

Kepala BAPPEBTI, Tjahya Widayanti menilai masih banyak pihak pemilik komoditas belum menggunakan sistem ini secara maksimal.

Penulis: Cici Nasya Nita
Editor: Dedy Qurniawan
Bangkapos.com/Cici Nasya Nita
Kepala BAPPEBTI, Tjahya Widayanti 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero) dan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) membeberkan pentingnya bagi masyarakat terutama petani, nelayan dan pemilik komoditas lainnya dalam memanfaatkan Sistem Resi Gudang (SRG).

Kepala BAPPEBTI, Tjahya Widayanti menilai masih banyak pihak pemilik komoditas belum menggunakan sistem ini secara maksimal.

Padahal dengan memanfaatkan resi gudang akan membuat nilai komoditas akan meningkat, dan pada akhirnya akan meningkatkan tingkat perekonomian para pemilik komoditas tersebut.

"Dalam sistem resi gudang akan diatur instrumen managemen stok, penyedian akses pembiayaan, peningkatan nilai tambah komoditas dan ketersedian akses pasar,"ujar Tjahya dalam agenda temu media secara daring, Selasa (23/6/2020) sore.

Ia juga menjelaskan tentang skema subsidi resi gudang (S-SRG) dengan tujuan memfasilitasi petani, kelompok tani, gabungan kelompok tani, dan koperasi untuk memperoleh pembiayaan dari bank pelaksana/LKNB dengan memanfaatkan resi gudang sebagai jaminan atau agunan.

"Beban bunga kepada peserta S-SRG ditetapkan sebesar 6 persen. Selisih tingkat bunga S-SRG dengan beban bunga peserta S-SRG merupakan subsidi pemerintah," jelas Tjahya.

Pemerintah memberikan subsidi bunga selama masa jangka waktu S-SRG paling lama 6 bulan, tidak termasuk perpanjangan jangka waktu pinjaman atau jatuh tempo resi gudang.

Maksimal kredit per individu adalah Rp75 juta.

Adapun komoditas yang termasuk dalam sistem resi gudang meliputi gabah, beras, jagung, kopi, kakao, karet, garam, lada, pala, ikan, bawang merah, rotan, koprah, teh, rumput laut, gambir, timah, dan ayam beku karkas.

Direktur Utama PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero), Fajar Wibhiyadi juga membeberkan terkait sebaran gudang SRG dana pemerintah pusat periode 2009 sampai dengan 2020 ada 124 gudang di 106 kabupaten atau kota di Indonesia.

"Di Bangka Belitung sendiri ada 3 resi gudang milik swasta, saya juga sempat datang kemarin saat peresmiannya,"ujar Fajar.

Selain itu, ia juga memngungkapkan peran peran KBI dalam pemanfaatakn sistem resi gudang sebagai pusat registrasi resi gudang. Serta juga sebagai Badan Usaha Milik Negara.

"KBI mengemban tugas untuk berperan sebagai mesin pertumbuhan ekonomi masyarakat. Untuk itu, selain sebagai lembaga administratif sebagai pusat registrasi, kami juga terus melakukan sosialisasi tentang pemanfaatan Sistem Resi Gudang bersama dengan para pemangku kepentingan yang lain," tutur Fajar. (Bangkapos.com/Cici Nasya Nita)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved