Breaking News:

Kesehatan

Usia 40 Tahun Alami Peningkatan Resiko Serangan Jantung, Hasil Penelitian Ini Penyebab Utamanya

Mereka yang belum mencapai usia 40 tahun mengalami peningkatan risiko serangan jantung lebih tinggi daripada sebelumnya.

Bangkapos.com / Fitriadi
Ilustrasi serangan jantung 

BANGKAPOS.COM -- Selama ini kita ketahui resiko terbesar orang yang terkena serangan jantung terjadi pada pria yang berusia diatas 50 tahun.

Ternyata sebaliknya, resiko serangan jantung tidak hanya pada pria berusia diatas 50 tahun saja.

Banyak kita temui saat ini pria berusia dibawah 40 tahun terkena serangan jantung atau serangan kardiovaskular.

Bahkan sekarang ini pria yang jauh lebih tua, dengan usia di atas 65 tahun, mengalami penurunan hampir 40 persen untuk rawat inap akibat serangan jantung dalam 20 tahun terakhir.

Penelitian yang telah dipresentasikan pada pertemuan American College of Cardiology musim semi lalu juga menunjukkan, mereka yang belum mencapai usia 40 tahun mengalami peningkatan risiko serangan jantung lebih tinggi daripada sebelumnya.

"Dulu, sangat jarang mengetahui seseorang di bawah usia 40 datang dengan keluhan serangan jantung, dan sekarang orang-orang yang mengalami ini berusia 20-an dan awal 30-an."

Begitu kata Ron Blankstein, MD, ahli jantung preventif di Brigham and Women's Hospital di Boston, AS.

"Berdasarkan apa yang kita lihat, kita bergerak ke arah yang salah."

Jumlah penderita penyakit jantung di usia 20-an dan 30-an meningkat selama dua dekade terakhir, dan para ilmuwan menemukan aterosklerosis, kerusakan arteri dan penyumbatan yang menyebabkan gangguan jantung serius di arteri pria pada usia muda

Pertanyaannya, bagaimana statistik tersebut bisa muncul? Para ahli menyimpulkan empat teori.

Halaman
1234
Editor: Hendra
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved