Breaking News:

Harga TBS Sawit Tak Stabil, Pabrik PT GPL Didemo, Begini Jawaban Perusahaan (VIDEO)

Perusahaan perkebunan dan pabrik CPO ini diminta merealisasikan tuntutan yang disampaikan melalui aksi demo di kantor pabrik perusahan setempat

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Groups Manager PT Gunung Pelawan Lestari (GPL) Arif Budiono memberikan kalrifikasi seputar lima poin tuntutan demonstran ke perusahaan pabrik kelapa sawit ini, Rabu (24/6/2020).

Berikut penjelasan Arif Budiono kepada Bangka Pos seusai aksi demo warga Desa Mapur Kecamatan Riausilip Bangka di kantor pabrik tersebut..

"Hari ini kita terima aspirasi masyarakat (demontrans -red). Ada beberapa, di antaranya CSR. Sebenarnya hal ini tidak perlu terjadi apabila saluran (aspirasi) selama ini yang tersumbat bisa kita selesaikan. Tetapi kita tak bisa menghalangi warga datang ke tempat kita," kata Arif membuka penjelasannya.

Tuntutan itu katanya akan dikomunikasikan lebih dulu dengan pihak Kantor Pusat PT GPL di Jakarta.

"Tapi secara umum dari tuntutan tadi, semua sudah berjalan lah (sudah terpenuhi sejak dulu -red). Hanya kemungkinan komunikasi dengan pihak warga belum tercapai. Makanya kami sepakat Hari Sabtu nanti jam delapan kita datang ke Balai Desa untuk menjelaskan satu persatu apa-apa yang menjadi tuntutan masyarakat Mapur ini," kata Arif.

Mengenai tuntutan pertama demonstran, yaitu masalah CSR atau kewajiban tanggung-jawab perusahaan pada masyarakat dijelaskan Arif.

Begitu pula tuntutan kedua agar perusahaan menjamin serapan tenaga kerja lokal.

"Perlu kami sampaikan bahwa di GPL ini sudah cukup banyak (mempekerjakan warga lokal -red), khususnya di BGE (bidang) sudah mencapai mecapai 40 persen. Sedangkan di pabrik kan tidak banyak karyawan kita, lebih kurang sampai 25 persen. Artinya serapan tenaga kerja (lokal) itu sudah kita konter (penuhi)," katanya.

Makanya, Arif berjanji saat pertemuan dengan warga di Balai Desa Mapur nanti, ia akan membeberkan data soal hal-hal yang sudah dilakukan perusahaan, selama ini.

"Sedangkan soal tuntutan ketiga adalah tentang stabilitas harga sawit. Harga sawit ini ditentukan oleh harga CPO (dunia). Jadi harga (TBS petani) yang kita beli itu berubah-ubah," katanya.

Halaman
1234
Penulis: ferylaskari
Editor: Tomi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved