Breaking News:

Berita Bangka Tengah

Sampah Menumpuk di Bawah Gapura Kota Koba, Bau Busuk Tercium dari Jalan Menuju Danau Kaolin

Sampah di pinggir Jalan Raya Desa Nibung, Kecamatan Koba, Kabupaten Bangka Tengah (Bateng) tepatnya di bawah gapura

Penulis: | Editor: nurhayati
Bangkapos.com/Muhammad Rizki
Tumpukan sampah di pinggir Jalan Raya Desa Nibung, Kecamatan Koba, Kabupaten Bangka Tengah (Bateng) tepatnya di bawah gapura yang bertuliskan Selamat Jalan Dari Kota Koba, terlihat menumpuk, pada hari Kamis (25/6/2020) 

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Sampah di pinggir Jalan Raya Desa Nibung, Kecamatan Koba, Kabupaten Bangka Tengah (Bateng) tepatnya di bawah gapura yang bertuliskan Selamat Jalan Dari Kota Koba, terlihat menumpuk, pada hari Kamis (25/6/2020).

Bau kurang sedap juga tercium dari pinggir satu di antara jalan menuju ke Destinasi Wisata unggulan Kabupaten Bateng, Danau Kaolin.

Tak hanya sampah rumah tangga yang berukuran kecil berada disana, sampah berukuran besar seperti sofa juga terlihat di lokasi tersebut.

Kepala Desa Nibung Roni membenarkan hal tersebut, ia mengatakan awalnya di lokasi tersebut dirambah oleh Tambang Inkonvensional (TI), yang mana akibat TI tersebut terdapat lubang yang sudah mepet ke pinggir jalan raya.

Tumpukan sampah di pinggir Jalan Raya Desa Nibung, Kecamatan Koba, Kabupaten Bangka Tengah (Bateng) tepatnya di bawah gapura yang bertuliskan Selamat Jalan Dari Kota Koba, terlihat menumpuk, pada hari Kamis (25/6/2020)
Tumpukan sampah di pinggir Jalan Raya Desa Nibung, Kecamatan Koba, Kabupaten Bangka Tengah (Bateng) tepatnya di bawah gapura yang bertuliskan Selamat Jalan Dari Kota Koba, terlihat menumpuk, pada hari Kamis (25/6/2020) (Bangkapos.com/Muhammad Rizki)

Untuk itu, pihaknya berinisiatif untuk menutup lubang tersebut menggunakan pasir, namun baru satu minggu pasir tersebut sudah hilang disapu para penambang, melihat hal tersebut pihaknya kembali berinisiatif untuk menimbun lubang tersebut menggunakan sampah.

"Jadi dengan inisiatif kami, akhirnya kami timbun dengan sampah, dan alhamdulillah ga ada lagi kegiatan TI disana," ungkap Roni, Kamis (25/6/2020) di kantornya.

Menurutnya tumpukan sampah di sana merupakan inisiatif untuk mengusir para penambang, namun ia juga mengakui bahwa cara tersebut kurang efektif, dikarenakan di satu sisi masalah TI selesai, namun menimbulkan masalah baru yakni sampah menumpuk sehingga terkesan kotor dan bau yang tidak sedap.

Ia mengatakan bahwa pihaknya tahun ini berencana berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bateng, untuk mengolah sampah tersebut, seperti dibuat kompos atau dijadikan kerajinan tangan.

Selain itu pihaknya juga sudah membuat tempat penampungan sementara yang tak jauh dari lokasi tersebut. (Bangkapos.com/Muhammad Rizki)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved