Sabtu, 2 Mei 2026

KENALI Fakta-fakta Jamur Enoki yang Ditarik dari Pasaran

Jamur enoki yang tercemar bakteri listeria bisa menyebabkan penyakit listeriosis dan penyakit listeriosis ini juga bisa menyebabkan kematian.

Tayang:
Kolase TribunStyle/Freepik/coupleeatsfood.com
Jamur Enoki 

BANGKAPOS.com - Jamur enoki kini sedang naik daun.

Banyak orang mencari jamur enoki untuk diolah menjadi berbagai panganan.

Demam hallyu Korea Selatan pun turut andil sehingga jamur enoki kian populer di Tanah Air.

Kini banyak yang mengolah jamur enoki dengan resep khas Korea Selatan seperti sup sundubu jjigae.

Sup sundubu jjigae
Sup sundubu jjigae (coupleeatsfood.com)

Jamur enoki juga sering menjadi pelengkap menu suki hingga shabu-shabu.

Kini sedang nge-trend, jamur enoki justru ditarik dari pasaran Indonesia.

Mengapa jamur enoki yang sedang jadi laris manis ini ditarik dari peredaran?

Inilah sejumlah fakta jamur enoki yang ditarik dari peredaran yang berhasil dirangkum TribunStyle.com:

1. Tercemar bakteri listeria

Terkuaknya fakta tentang jamur enoki yang tercemar bakteri listeria berawal dari laporan International Food Safety Authority Network (INFOSAN) melalui Indonesia Rapid Alert System for Food and Feed (INRASFF), tentang kejadian luar biasa di Amerika Serikat, Kanada dan Australia .

Laporan itu menyebut orang-orang jatuh sakit setelah mengonsumsi jamur enoki asal Korea Selatan.

Penyakit itu disebabkan jamur enoki asal Korea Selatan yang tercemar bakteri listeria monocytogenes.

Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian telah menguji sampel jamur enoki asal Korea Selatan.

Hasil pengujian, 5 lot tidak memenuhi persyaratan karena terdeteksi mengandung bakteri listeria monocytogenes dengan kisaran 1,0 x 104 hingga 7,2 x 104 colony/g.

Jumlah tersebut dinyatakan melewati ambang batas aman untuk dikonsumsi.

2. Asal jamur enoki yang ditarik

Jamur enoki yang ditarik dan dimusnahkan berasal dari Green Co Ltd, Korea Selatan.

Pemerintah juga telah meminta Otoritas Kompeten Keamanan Pangan Pusat (OKKPP) di daerah untuk lebih ketat mengawasi keamanan jamur enoki asal Korea Selatan tersebut.

3. Dampak buruk jamur enoki yang tercemar bakteri listeria

Jamur enoki yang tercemar bakteri listeria bisa menyebabkan penyakit listeriosis.

Penyakit listeriosis ini juga bisa menyebabkan kematian.

Dampak buruk bakteri listoria terutama menyerang golongan yang rentan, balita, ibu hamil dan manula.

4. Manfaat jamur enoki

Jamur enoki
Jamur enoki (freepik.com)

Jamur enoki yang tidak tercemar bakteri listeria sebenarnya memiliki berbagai manfaat untuk kesehatan.

Bahkan jamur enoki adalah salah satu menu andalan bagi yang sedang menjalani program diet.

Selain itu, jamur enoki juga bagus untuk menjaga daya tahan tubuh, melancarkan pencernaan dan melindungi organ jantung.

Kandungan jamur enoki juga kaya nutrisi, antioksidan dan berpotensi melawan kanker.

5. Hal yang harus diperhatikan sebelum mengonsumsi jamur enoki

Sebelum mengolah jamur enoki, pastikan jamur itu tidak terkontaminasi.

Periksa dulu apakah jamur dalam kondisi bersih atau tidak.

Pastikan juga Anda tidak memiliki alergi pada jamur.

Jika ada keluhan alergi setelah memakan jamur enoki, segera hentikan mengonsumsinya dan konsultasikan ke dokter.

Walaupun di Amerika Serikat, Kanada dan Australia terjadi KLB akibat jamur enoki yang terkontaminasi bakteri listeria pada Maret hingga April 2020, di Indonesia hingga kini belum ditemukan kasus serupa.

Tindakan penarikan dan pemusnahan oleh Kementerian Pertanian ini bersifat pencegahan agar jamur enoki asal Korea Selatan yang tercemar bakteri listeria tidak memakan korban.

(TribunStyle/Vega/Kompas.com/Nur Rohmi Aida)

https://medan.tribunnews.com/2020/06/26/mengulik-5-fakta-jamur-enoki-yang-ditarik-dari-peredaranmiliki-dampak-buruknya-untuk-kesehatan?page=all

Artikel Ini Sudah Tayang di Tribunstyle.com dengan Judul 5 Fakta Jamur Enoki yang Ditarik Gegara Bakteri Listeria, Dampak Buruk hingga Manfaat Bagi Kesehatan

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved