Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Pemilik Lisensi C AFC, Pelatih Ini Akui Punya Modal Nekat

Rumeli Hesar atau akrab disapa Romel Hesar kini berhasil mendapatkan lisensi pelatih C AFC

Penulis: Rizki Irianda Pahlevy | Editor: Ardhina Trisila Sakti
Ist/Romel Hesar
Pelatih Romel Hesar saat mengikuti program Lisensi C AFC 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Berawal dari kegemaran dalam dunia sepak bola Rumeli Hesar atau akrab disapa Romel Hesar kini berhasil mendapatkan lisensi pelatih C AFC yang ia dapatkan guna membantu perkembangan sepak bola terutama di daerah.

"Awalnya bergelut di dunia sepakbola karena dulu pernah main bola semi-pro, lalu dari sanalah muncul keinginan jadi pelatih sepakbola. Apa yang saya punya, inginnya ya bisalah berguna bagi orang lain," ujar Romel Hesar saat diwawancarai Bangkapos.com, Jum'at (26/06/2020).

Selain itu pria kelahiran Koba, 26 Juli 1989 mengaku dengan dimilikinya lisensi C AFC membuatnya saat ini fokus dalam pembinaan sepak bola usai muda.

"Lisensi C AFC Kalau di Bangka ada empat orang, jadi lisensi itu level kepelatihan di Indonesia. C AFC ini sekarang dipercaya PSSI untuk mengadakan, jadi ini merupakan level kedua setelah D nasional yang merupakan dasar. Lalu kalau di C AFC ini tingkatannya udah beda ilmunya umur 13 dan 17 tahun. Jadi materi kemarin lebih banyak dilapangan, berbicara dengan pengembangan skill anak-anak," jelasnya.

Namun lisensi C AFC yang diambilnya pada tahun 2019 di Jakarta, bukan perkara mudah bagi Romel yang kini telah menjadi pelatih di SSB 89 Selindung, Kota Pangkalpinang.

Berbagai seleksi telah dijalani bersaing dengan peserta yang juga datang dari seluruh wilayah Indonesia, bahkan pemain Liga Indonesia atau mantan pemain profesional juga sama-sama bersaing guna mendapatkan lisensi C AFC.

"Banyak orang yang bilang saya nekat ngambil lisensi itu, tapi kalau udah cinta sama dunia sepak bola ini ya harus berani atau nekat. Kita itu di daerah jadi harus berani keluar dari daerah, coba pengalaman yang banya dan nantinya bawa kembali untuk memajukan daerah," tuturnya.

Selain itu tak hanya persaingan yang ketat antar peserta, namun diakui Romel modal dana juga menjadi hambatan kala itu.

"Ngambil lisensi itu susahnya karena kita di daerah itu dana, kalau saya sendiri menggunakan uang sendiri. Lalu yang kedua surat izin rekomendasi dari daerah ke PSSI, susahnya kadang kita disana waktu pengambilan ada seleksi juga. Jadi ngelamarnya ada 100 orang, trus diseleksi jadi 24 orang. Kalau sekarang ini dari daerah bisa diatas Rp 10 juta, kalau biaya lisensinya kemarin Rp 7,5 juta dan itu memang sudah standarya di Indonesia," ungkapnya.

Lebih lanjut Romel yang juga merupakan lulusan STKIP MBB, berharap ada anak Bangka Belitung yang dapat bermain di tim nasional Indonesia guna membanggakan nama daerah.

"Kita harus berkaca kepada daerah yang sepak bolanya maju seperti jakarta, Jawa Barat dan Jawa Timur sebagai kiblat sepak bola. Mereka ini harus semangat dan saya yakin ada tiga orang yang bisa bermain di liga 1 dan tentunya timnas. Karena tentunya akan membuat bangga pelatih, orang tua dan tentunya masyarakat Bangka Belitung," harapnya.

Sementara itu pengalaman kepelatihan, Romel Hesar telah beberapa kali menahkodai beberapa tim seperti Tim LSP U-14 Piala Menpora, Kota Pangkalpinang, Tim piala Suratin Persipas Pangkalpinang, dan Tim LSP Piala Menpora U-16 Kota Pangkalpinang.

Selain itu mengenai prestasi Romeo Hesar sudah pernah merasakan juara satu Liga Sekolah Sepakbola antar SSB Se- kota pangkalpinang dan Meraih peringkat tiga di Piala Suratin Bangka Belitung bersama tim Persipas.

(Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy)

Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved