Breaking News:

Berita Sungailiat

PT BAA Mulai Produksi Sago Mee, Mie Instan Lokal Skala Industri

PT BAA saat ini juga berhasil memproduksi sagu Rumbia dengan kualitas tinggi dan terjamin, di mana warna produknya putih dan bersih.

bangkapos.com / Edwardi
Sago Mee, mie instan lokal 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Manajemen PT Bangka Asindo Agri (BAA), perusahaan produksi tepung tapioka (sagu) sangat antusias dan menyambut baik penjajakan tawaran kerja sama pembelian produk sagu dan produk turunan sagu oleh Bulog subdivre Bangka ini.

"Sebenarnya sebelum ada wabah pandemi Covid-19 ini, pemerintah pusat ada program ketahanan pangan Kementan RI khususnya sagu yang dilaunching di Provinsi Sulawesi Selatan, kebetulan kita di Kabupaten Bangka ini memiliki produk lokal sagu yang memiliki keunikan tersendiri yakni tumbuh di lahan yang memiliki kandungan mineral," kata Petrus Eka Margo, Direktur PT Langit Bumi Lestari (LBL) anak perusahaan PT BAA.

Diungkapkannya, PT BAA saat ini juga berhasil memproduksi sagu Rumbia dengan kualitas tinggi dan terjamin, di mana warna produknya putih dan bersih.

"Kita lalu mencoba menemui Bulog untuk kerjasama menawarkan produk Sagu Rumbia ini plus produk turunannya yakni Sago Mee, dalam konteks ketahanan pangan ini bukan hanya produk hulunya saja Sagu Rumbia orang bingung juga mau diolah jadi papeda tidak semua orang suka, karena itu perlu diolah menjadi Snack seperti mie instan tentunya akan banyak orang yang menyukainya, karena itu kita juga membuat produk turunannya yakni Sago Mee, yakni mie instan produk lokal," ujar Eka, sapaan akrabnya.

Diungkapkannya, perlu diketahui 90 persen lahan sagu dunia itu berada di Indonesia, jadi ke depan pihaknya bisa memproduksi mie instan yang disukai hampir semua orang.

" Tadi Tim Bulog sudah mencoba mencicipi produk Sago Mee ini dari segi rasa hampir sama dengan produk mie instan yang ada sebelumnya, ke depan berharap Bulog punya masukkan kalau Kabupaten Bangka ini memiliki produk sagu Rumbia dalam bentuk bersih, sehat , putih, memenuhi standar BPOM sehingga bila daerah-daerah lain di Indonesia membutuhkan Sagu Rumbia maka Kabupaten Bangka bisa menyuplai melalui Bulog," harap Eka.

Diharapkannya, dari hasil survei Tim Bulog ini akan ada rapat lanjutan di jajaran Direksi Bulog pusat.

Tujuannya untuk mengangkat produk lokal Kabupaten Bangka supaya orang di pusat tahu kalau produk lokal Kabupaten Bangka ini punya keunikan tersendiri yang bisa dibanggakan untuk konsumsi nasional.

" Produk Sago Mee ini rencananya mulai produksi massal bulan Februari 2020 lalu, karena ada kendala Wabah pandemi Covid-19 sehingga sempat terhenti, dan baru satu Minggu terakhir agak longgar sehingga baru bisa mendatangkan Tim BPPT yang melakukan formulasi pembuatan Sago Mee ini," jelas Eka.

Diakuinya, saat ini sudah berhasil jalan atau produksi dengan skala industri.

Halaman
123
Penulis: edwardi
Editor: Dedy Qurniawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved