Virus Corona di Bangka Belitung

Harus Tahu, Ini Masa Berlaku Surat Keterangan Non Reaktif Covid-19 Terbaru

Masa berlaku surat keterangan non reaktif Covid-19 dari hasil rapid test, kini bertambah menjadi 14 hari.

Bangkapos.com/Ramandha
Ilustrasi surat keterangan non reaktif 

BANGKAPOS.COM,BANGKA--Masa berlaku surat keterangan non reaktif Covid-19 dari hasil rapid test, kini bertambah menjadi 14 hari.

Hal tersebut berdasarkan surat edaran (SE) nomor 9 Tahun 2020, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Bangka Belitung.

Ketua Sekretariat Puskodalops Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Bangka Belitung (Babel), Mikron Antariksa mengatakan, pemberlakuan ini sendiri sudah berdasarkan pertimbangan mendalam dari gugus tugas Covid-19 Nasional.

Disebutkan Mikron, tentunya gugus tugas daerah akan tetap mengikuti dan menjalankan SE Nomor 9 Tahun 2020 tersebut.

Menurutnya, isi SE tertanggal 26 Juni 2020 ini, tidak terdapat adanya perubahan instruksi yang signifikan. Melainkan, hanya sebatas perubahan masa berlaku surat keterangan non reaktif, rapid test.

"Hanya itu saja. Karena posisinya kan 14 hari ini kan masa karantina. Kalau kita lihat di SE, dasarnya tetap sama untuk memutus mata rantai Covid-19 ini," jelasnya kepada Bangkapos.com, Sabtu (27/6/2020).

Diakuinya, penerapan surat edaran itu, untuk di Bangka Belitung, tetap akan mengikuti aturan yang berlaku yakni, sejak diedarkannya SE tersebut, Tim Gugus Percepatan Penanganan Covid-19 Bangka Belitung akan menyesuaikan.

"Terhitung tanggal 26 (Juni) kemarin. Maka, bagi yang ikut rapid test untuk melakukan perjalanan, masa berlakunya sudah 14 hari, dari 3 hari," terangnya.

Ilustrasi Rapid Test
Ilustrasi Rapid Test (Bangkapos.com/Ramandha)

Sementara itu, terkait masa berlaku surat keterangan bebas Covid-19 yang diperoleh dari hasil test PCR (swab), tetap mengacu pada aturan sebelumnya, yaitu berlaku 14 hari sejak hasil negatif keluar.

Mikron juga menegaskan, apabila kedepan terdapat hasil reaktif yang didapatkan dari masyarakat, tentunya akan ditangani lebih lanjut, sesuai dengan penerapan dan aturan gugus tugas.

"Seperti misalnya ada yang reaktif, ketika mereka melakukan rapid test, maka akan langsung diswab dan akan dikarantina kalau hasilnya positif (setelah swab)," tegas Mikron.

(Bangkapos.com/Ramandha)

Penulis: Ramandha
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved