Breaking News:

Berita Pangkalpinang

GP Ansor Babel Harapkan Pandemi Covid-19 Tak Dikaitkan dengan Isu Sara dan Sebar Isu Hoax

Di tengah pandemi Covid-19, yang harus dilakukan semua unsur masyarakat, yaitu bersatu dan bahu-membahu. Tidak menyebar isu SARA dan Hoax

Bangka Pos
Dr. Masmuni Mahatma, M. Ag, Ketua PW GP ANSOR Kepulauan Bangka Belitung 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - GP Ansor Kepulauan Bangka Belitung (Babel), baru-baru ini membuat pernyataan sikap bersama terkait Integrasi Ke Indonesiaan di tengah Pandemi Virus Corona (Covid-19) dengan tema
"Papua, Hoax, dan Integrasi Indonesia" tertanggal 27 Juni 2020 dalam Webinar yang digelar PW GP Ansor Kepulauan Babel ini.

Ketua PW GP Ansor Babel, Masmuni Mahatma kepada Bangkapos.com, Minggu (28/6/2020) mengatakan,
satu di antara poin yang terdapat dalam pernyataan sikap tersebut yakni "Papua, merupakan tubuh Indonesia, yang didapat, dibangun, dan dirawat dengan darah, air mata, pikiran, tenaga, dan sumber daya sosial serta moral NKRI, Pancasila dan UUD 1945", lebih kepada penekanan pihaknya terhadap kondisi saat ini, bahwa GP Ansor Babel tidak menginginkan situasi Pandemi Covid-19 dikaitkan ke isu-isu sara.

Diakuinya, permasalahan Papua sendiri sudah ada sejak lama dan baru-baru ini, dirinya sangat menyayangkan adanya oknum yang tidak bertanggungjawab dan dirasa kecewa dalam penanganan Covid-19 oleh pemerintah sehingga kembali menarik isu-isu hoax terkait Papua.

"Sudahlah, kita tahu masalah pandemi ini kan bukan soal (dihadapi) Indonesia saja, tapi seluruh dunia. Dan tidak ada kepala negara yang lulus pandemi Covid-19. Jadi, gak usah lah. Dikit-dikit salahnya ke pemerintah. Akhirnya, Papua dikait-kaitkan juga," jelasnya.

"Ini kan kelompok-kelompok yang menurut saya, gak tau apa karena pikirannya pendek, atau mau menciptakan terus ketidaknyamanan negara ini, mungkin," ungkapnya.

Dia menegaskan, GP Ansor sangat menentang dan tidak menginginkan lagi adanya informasi hoax tentang Papua, melalui pernyataan sikap tersebut.

Ia berharap, apapun yang terjadi di Papua agar jangan dikaitkan dengan isu-isu terbilang hoax.

Justru di tengah pandemi Covid-19, dikatakannya, yang harus dilakukan semua unsur masyarakat, yaitu bersatu dan bahu-membahu.

Masmuni juga berharap nantinya aparat dapat bertindak tegas terhadap oknum-oknum yang dinilai dapat merusak persatuan bangsa di tengah pandemi ini.

Lebih lanjut, Masmuni menuturkan tindakan yang hendak mengikis Integrasi keIndonesiaan melalui gerakan disorientasi, baik di media sosial (medsos) secara tendensius, dan hoax, maupun pada dinamika kebangsaan sangat tidak berprikemanusiaan.

Halaman
12
Penulis: Ramandha
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved