Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Bangka Belitung Daerah Penghasil Timah Royaltinya Cuma Dapat 3 Persen

Dengan hanya tiga persen penghasilan royalti Babel masih dianggap kecil untuk mendapatkan pendapatan dari hasil produksi timah.

Bangkapos/Riki Pratama.
Anggota Komisi III DPRD Babel, Aksan Visyawan. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA --Pemerintah Provinsi Bangka Belitung yang hanya mendapatkan tiga persen dari royalti hasil produksi timah dari trend Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Dengan hanya tiga persen penghasilan royalti Babel masih dianggap kecil untuk mendapatkan pendapatan dari hasil produksi timah.

Anggota Komisi III DPRD Babel, Aksan Visyawan, mengatakan, apabila royalti naik menjadi 7 atau 10 persen baru dapat menompang perekonomian Babel.

"Kami terus menyuarakan segeralah sebagai sumber produksi royalti dari tiga persen meningkatkan menjadi 10, Babel ini APBDnya kecil, seharusnya sebagai daerah sumber produksi harus bisa disesuaikan berdasarkan penghasilan timahnya,"ujar, Aksan kepada Bangkapos.com, Senin (29/6/2020) di kantor DPRD.

Sementara, terkait kembali berjalanya ekspor timah oleh perusahaan smaleter di Babel, bisa secepatnya membantu kondisi perekonomian Babel yang terdampak covid-19 saat ini.

"Kita bersyukur ada pergerakan dagang timah, karena di Bangka Belitung ini masih tergantung dengan komoditas timah sementara komoditi lain baik pertanian dan pariwisata masih belum bisa menompang, dengan covid, jadi dengan timah mulai berjalan semoga bisa bergerak membahagiakan semuanya,"ujarnya.

Aksan, memberikan pendapatnya terkait akan digabungkanya Dinas ESDM dengan PTSP nantinya, dia mengatakan ada ke khawatiran terkait keberadaan Kantor Cabang Dinas ESDM yang berada di Kabupaten.

"Ini berdasarkan perintah Undang-undang terbaru, terkait pertambangan ini kewenangan diambil pusat sumber hukum tertinggi peraturan di kita, dan untuk kota/Kabupaten menunggu Peraturan Pemerintahnya tidak bisa ESDM langsung digabungkan, harus melihat perda SOTKnya, sambil berjalan PP itu tunggu saja. Namun ada kekhawatiran karena kantor cabang dinas ESDM (Cabdin) mereka takut tidak jelas statusnya, sehingga mereka menunggu PP tentunya ini perintah Undang-undang berlaku Nasional, semua daerah di Indonesia,"ungkapnya.

* ESDM Terbitkan RKAB 

Beberapa perusahaan peleburan timah atau smelter di Provinsi Bangka Belitung, telah dibuka kerannya, untuk melakukan ekspor timah saat ini.

Halaman
123
Penulis: Riki Pratama
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved