Breaking News:

Pencabulan di Bangka Tengah

BREAKING NEWS Pemuda di Kecamatan Simpangkatis Bangka Tengah Diduga Cabuli Puluhan Anak Bawah Umur

Anaknya dijemput pelaku yang sedang mabuk kemudian dicekik dan diancam dengan sebilah pisau untuk melayani nafsu bejat si pelaku.

Bangkapos.com
Ilustrasi anak korban pencabulan 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Perasaan seorang warga Desa di Kecamatan Simpangkatis, Kabupaten Bangka Tengah (Bateng) hancur saat mengetahui anak laki-lakinya yang masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) diduga menjadi korban pencabulan oleh seorang pemuda berinisial FD (24).

FD tak lain adalah tetanggannya sendiri.

FD bahkan diduga mencabuli puluhan anak bawah umur.

Ia mengatakan baru mengetahui anaknya menjadi korban pencabulan oleh pelaku saat anaknya bercerita bahwa pencabulan itu terjadi saat sang anak melakukan itikaf di masjid tahun lalu.

Pada saat melakukan itikaf, ia mengatakan, anaknya dijemput pelaku yang sedang mabuk kemudian dicekik dan diancam dengan sebilah pisau untuk melayani nafsu bejat si pelaku.

"Anak saya diancam akan dibunuh kalau tidak melayani pelaku, bahkan pelaku juga mengancam akan membunuh adik dan ayah korban jika kemauannnya tidak dituruti, karena takut anak saya terpaksa melakukan apa yang diminta oleh pelaku," ujar orangtua korban, Senin (29/6) kepada awak media.

Ia mengaku mengetahui bukan hanya anaknya saja yang menjadi korban FD, tetapi juga puluhan anak lain.

Menurutnya, sebanyak belasan anak yang menjadi korban pencabulan oleh pelaku sudah melaporkan kejadian ini.

Ia juga mengatakan, saat ini pelaku sudah mengakui perbuatannya dan sudah ditahan oleh pihak kepolisian Polsek Simpang Katis.

Mendapatkan informasi tersebut awak media langsung bergegas menuju ke Polsek Simpang Katis untuk meminta keterangan.

Namun saat tiba di Mapolsek Simpang Katis Kapolsek Simpang Katis AKP Satriadi sedang tidak berada di tempat.

Melalui telepon Kapolsek Simpang Katis mengatakan bahwa ia sedang ada kegiatan di Polda Bangka Belitung.

Terkait kasus dugaan pencabulan ini,  ia mengatakan pihaknya belum bisa memberikan ketetangan via telepon dan akan kembali menghubungi awak media jika ia berada di kantor.

"Untuk keterangannya kita langsung ketemu saja ya, nanti saya kabari lagi," ujar AKP Satriadi. (Bangkapos.com/Muhammad Rizki)

Penulis: Muhammad Rizki
Editor: Dedy Qurniawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved