Kesehatan

Jamur Enoki Terkontaminasi Bakteri Listeria, Ini Bahayanya Bagi Kesehatan Kata Dokter

Pada ibu hamil, infeksi ini lebih berbahaya pada bayi yang dikandungannya karena dapat mengakibatkan keguguran atau kematian janin.

Kolase Tribunnews (www.fda.gov dan https://www.freepik.com)
(ILUSTRASI) Simak bagaimana Listeria menyebar. Bakteri yang ada di jamur enoki ini ternyata bisa dihilangkan, bagaimana caranya? 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Beberapa hari belakangan ini, dihebohkan kabar jamur enoki yang mengandung bakteri Listeria monocytogenes.

Jamur enoki yang mengandung bakteri listeria ini sangat berbahaya bagi yang mengkonsumsinya.

Dokter Umum Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Depati Hamzah dr Annisa mengatakan biasanya infeksi akibat bakteri listeria tidak terlalu berbahaya atau kadang tidak menimbulkan gejala pada orang sehat.

"Tetapi bisa berbahaya pada ibu hamil, lansia, dan orang dengan sistem imun lemah. Gejalanya dari yang ringan seperti mual, muntah, diare, demam, nyeri otot, hingga bisa menyebar ke sistem saraf seperti kejang, kaku leher, hilang keseimbangan dan sakit kepala," ujar dr Annia saat dihubungi bangkapos.com, Senin (29/6/2020).

Lebih lanjut, ia menerangkan pada ibu hamil, infeksi ini lebih berbahaya pada bayi yang dikandungannya karena dapat mengakibatkan keguguran atau kematian janin.

Selain itu, bakteri Listeria terdapat jiga pada daging yang tidak dimasak sempurna, pada susu yang tidak di pasteurisasi, produk daging olahan maupun sayur-sayuran.

"Sebenarnya banyak penelitian yang menyebabkan bakteri ini bisa mati jika dimasak sampai matang, pada suhu 75-100 derajat celcius,"tutur dr Annisa.

Ia menambahkan pada kenyataannya banyak produk sayuran seperti enoki memang tidak kita masak sampai matang sekali.

Selain itu, juga tidak semua produk sayuran harus dimasak sampai matang karna kandungan antioksidannya akan banyak hilang.

"Maka itu sebaiknya kita harus juga mengikuti peraturan menteri yang telah menarik jamur enoki dari pasaran, jadi jangan konsumsi jamur enoki dulu. Sebaiknya daging memang dimasak sampai matang, khusus untuk buah dan sayur-sayuran, jangan lupa juga untuk mencucinya sampai bersih," kata dr Annisa.

(Bangkapos.com/Cici Nasya Nita)

Penulis: Cici Nasya Nita
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved