Breaking News:

Pencabulan di Bangka Tengah

Korban Pencabulan Simpangkatis Didampingi Psikolog, Upaya Mengembalikan Mental Anak

dr Dede Lina Lindayanti mengaku mendapat laporan terkait pencabulan anak di bawah umur di Kecamatan Simpangkatis.

bangkapos.com/Muhammad Rizki
Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBPPPA) Kabupaten Bangka Tengah (Bateng), dr Dede Lina Lindayanti 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBPPPA) Kabupaten Bangka Tengah, dr Dede Lina Lindayanti mengaku mendapat laporan terkait pencabulan anak di bawah umur di Kecamatan Simpangkatis..

Ia menjelaskan hal ini tidak bisa diselesaikan oleh orang per orang, sehingga harus dikerjakan secara bersamaan dengan semua pihak terutama pihak keluarga dan kecamatan.

"Sejauh ini kami sudah berupaya untuk mengembalikan mental anak-anak yang menjadi korban dengan membawa psikolog untuk pembinaan lebih lanjut," ujar dr Dede, Senin (29/6) di ruang kerjanya.

Ilustrasi anak korban pencabulan
Ilustrasi anak korban pencabulan (Bangkapos.com)

Pihaknya juga mengikuti perkembangan proses hukum bahwa pelaku pencabulan sudah diamankan oleh pihak kepolisian.

Ia juga berharap agar proses pendampingan oleh psikolog terhadap anak-anak tersebut bisa berjalan baik sehingga penyembuhan psikisnya bisa dilakukan dalam waktu yang tidak lama.

"Tapi dibutuhkan peran semua pihak, bukan semata-mata peran psikolog yang akan merubah 100 persen, tapi disini juga dibutuhkan pendampingan keluarga karena keluarga lah yang paling dekat dengan si anak, jadi pendampingan keluarga sangat penting," jelasnya.

Saat ditanya apakah kasus pencabulan anak ini berpengaruh terhadap predikat Kabupaten Layak Anak (KLA) di Kabupaten Bangka Tengah. dr Dede Lina Lindayanti menjelaskan bahwa penilaian KLA bukan semata-mata dari kasus saja, namun setidaknya ada lima klaster penilaian KLA, seperti klaster kesehatan, pendidikan, pemenuhan identitas kependudukan dan pemenuhan hak-hak anak dalam perlindungan anak. KLA menurutnya merupakan strategi untuk melindungi anak-anak.

Beberapa program dan upaya-upaya yang dilakukan oleh pihaknya untuk menunjang KLA, seperti penguatan sampai ke tingkat desa sehingga perlindungan anak ini tidak hanya berada di dinas saja, tetapi di semua lini pada lima klaster itu terlibat.

"Kami juga mempunyai aplikasi terbaru terkait dengan perlindungan anak, yakni aplikasi Kita Sayangi Anak (KISANAK),"

Menurutnya semua kasus kekerasan terhadap anak merupakan kasus besar yang harus diselesaikan dan menjadi prioritas. 

Halaman
1234
Penulis: Muhammad Rizki
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved