Virus Corona di Bangka Belitung

Pengakuan Suami Pasien S yang Meninggal Dunia, Yakini Sang Istri Tak Terpapar Covid-19 (VIDEO)

Keluar masuknya penumpang moda transportasi darat dan laut yang harus melengkapi diri dengan surat keterangan non reaktif atau reaktif Covid-19 ..

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Situasi pandemi di Indonesia, sampai saat ini belum juga usai. Termasuk juga di Provinsi Bangka Belitung (Babel), segala upaya telah dilakukan Pemerintah Provinsi Babel.

Dimulai dari upaya menyosialisasikan ke masyarakat terkait protokol kesehatan Covid-19, hingga bermacam cara agar memberikan pemahaman ke masyarakat tentang bagaimana cara menjaga diri dari penularan Virus Corona.

Pemberlakuan kehidupan normal baru (New Normal), seakan menjadi solusi terbaru dari pemerintah untuk membiasakan masyarakat beraktivitas, namun terus menjaga diri dengan melaksanakan protokol Covid-19, di antaranya yakni, membiasakan mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak (physical distancing) saat beraktivitas di luar rumah hingga memakai masker.

Keluar masuknya penumpang moda transportasi darat dan laut yang harus melengkapi diri dengan surat keterangan non reaktif atau reaktif Covid-19 juga menjadi hal terbaru dari kiat penanganan Covid-19 di daerah.

Ketua Sekretariat Puskodalops Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Bangka Belitung (Babel), Mikron Antariksa menuturkan, aturan penggunaan surat keterangan itu sendiri sesuai dengan Surat Edaran (SE) Nomor 7 Tahun 2020 Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19

"Hal ini tentunya dengan keinginan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di daerah. Demikian juga masyarakat harus melaksanakan protokol kesehatan Covid-19 ini. Bukan lagi hanya menjaga (sekedar) melakukannya saja. Tapi, Harus," ungkapnya.

Lebih lanjut, hingga saat ini, korban meninggal yang diduga diakibatkan Covid-19 di daerah sendiri terhitung berjumlah 2 orang. Jumlah tersebut, berdasarkan data yang terpampang di website Covid-19 Nasional.

Dari korban meninggal akibat Corona yang berjumlah 2 orang tersebut, Bangka Pos kembali mencoba menelusuri kasus kematian kedua akibat Covid-19 di Babel.

Pasien berinisial S, Warga Kelurahan Temberan, Kecamatan Bukit Intan, Kota Pangkalpinang, diketahui meninggal dunia pada Minggu (14/6) lalu dan dikebumikan secara protokol Covid-19 yakni menggunakan peti.

S meninggalkan suami beserta keempat orang anaknya. Tiga anak di antara anak S sendiri masih bersekolah dan kini sang suamilah yang terus menjaga dan menafkahi anak-anak, usai kepergiannya.

Halaman
12
Penulis: Andini Dwi Hasanah
Editor: Tomi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved