Pencabulan di Bangka Tengah

Terkuak Kasus Pencabulan di Simpangkatis, Apri Singgung Predikat Kabupaten Layak Anak Bangka Tengah

Apri Panzupi mengaku kasus kekerasan seksual terhadap anak di Kabupaten Bateng seperti 'gunung es'.

bangkapos.com / Muhammad Rizki
Anggota DPRD Bateng, Apri Panzupi 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Anggota Komisi II Anggota DPRD Kabupaten Bangka Tengah, Apri Panzupi mengaku kasus kekerasan seksual terhadap anak di Kabupaten Bateng seperti 'gunung es'..

Politisi PPP itu juga menyinggung terkait predikat Kabupaten Layak Anak (KLA) di Kabupaten Bangka Tengah.

Ia mengatakan boleh-boleh saja bila mendeklarasikan diri sebagai KLA namun harus selaras dengan apa yang terjadi di lapangan.

"Kalau sudah berani mengatakan KLA, tentu kami berharap tidak ada lagi kejadian-kejadian seperti ini. Kalau menuju KLA okelah kita maklumi artinya sedang dalam proses tapi kan Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBPPPA) Bateng selalu mengatakan kalau kita sudah KLA," ujar Apri, Senin (29/6) kepada Bangkapos.com

Ilustrasi anak korban pencabulan
Ilustrasi anak korban pencabulan (Bangkapos.com)

Menurut Apri banyak indikator yang harus dipenuhi untuk menjadi KLA dan ia juga mempertanyakan apa program DPPKBPPPA yang "membumi" untuk menunjang KLA, karena ia menganggap banyak yang disampaikan kepada DPRD hanya berupa angan-angan.

Solusi yang harus dilakukan oleh dinas terkait adalah lebih giat melahirkan kegiatan dan program yang menyentuh dunia anak. Terlebih saat ini Mendagri sudah menginstruksikan kepada seluruh kepala daerah untuk membuat program yang bersifat pemberdayaan kepada ibu dan anak.

"Jadi ayolah kita bersama-sama menciptakan kegiatan yang bersifat membumi bukan mengawang-awang sehingga ada pelibatan dari kelompok masyarakat yang terendah dari RT atau paling tidak di setiap kelurahan itu ada kegiatan tersebut,"paparnya.

Hari ini 29 Juni 2020 Indonesia sedang memperingati Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke XXVII.

Kasus pencabulan di Simpang Katis menjadi kado terburuk untuk Bangka Tengah di Harganas ke XXVII.

"Semoga segera ada penanganan khusus untuk para korban agar tidak menyebabkan traumatik berkepanjangan," pungkasnya.

Halaman
1234
Penulis: Muhammad Rizki
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved