Kantor Bahasa Bangka Belitung

Total Hadiah Rp50 Juta, Ayo Daftar Penghargaan Wajah Bahasa Sekolah dan Instansi di Bangka Belitung

Total Hadiah Rp50 Juta, Ayo Daftar Penghargaan Wajah Bahasa Sekolah dan Instansi di Bangka Belitung

Bangka Pos/Teddy Malaka
Kepala Kantor Bahasa Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Yani Paryono 

BANGKAPOS.COM -- Kantor Bahasa Kepulauan Bangka Belitung, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan kembali memberikan penghargaan kepada sekolah maupun instansi yang berkomitmen mengutamakan pengunaan bahasa negara di ruang publiknya. Total hadiah sebesar Rp50 juta bakal diberikan kepada sekolah dan instansi yang terbaik.

Penggunaan bahasa Indonesia harus diutamakan karena merupakan amanat undang-undang dan sebagai wujud nasionalisme warga terhadap bangsa. Meski demikian, pengutamaan bukan berarti anti terhadap bahasa asing.

Penggunaan bahasa asing tentu dibolehkan, tetapi tetap mengutamakan bahasa Indonesia sebagai bahasa negara terlebih dahulu. Hal ini harus didukung oleh partisipasi masyarakat mengingat dalam lanskap kebahasaan, bahasa Indonesia merupakan identitas bangsa yang harus dijaga.

Guna mendukung tujuan tersebut, Kantor Bahasa Kepulauan Bangka Belitung, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan kembali memberikan penghargaan kepada sekolah maupun instansi yang yang berkomitmen mengutamakan penggunaan bahasa negara di ruang publiknya. Tahun ini merupakan penyelenggaraan kedua.

Perlu diketahui, tahun lalu, pemenang pertama kategori sekolah adalah SMKN 1 Pangkalpinang, kategori instansi pemerintah RSUD Depati Bahrin, dan kategori instansi swasta STKIP Muhammadiyah Bangka Belitung.

“Kami berharap sekolah dan instansi pemerintah/swasta di Kepulauan Bangka Belitung dapat menjadi agen perubahan dalam pengutamaan dan penjaminan mutu penggunaan bahasa negara,” ungkap Yani Paryono, Kepala Kantor Bahasa Kepulauan Bangka Belitung melalui rilis yang diterima bangkapos.com, Senin (29/6/2020).

Hal ini sesuai dengan amanat Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan yang menegaskan bahwa bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi negara berfungsi sebagai bahasa resmi kenegaraan, pengantar pendidikan, komunikasi tingkat nasional, pengembangan kebudayaan nasional, transaksi dan dokumentasi niaga, serta sarana pengembangan dan pemanfaatan ilmu pengetahuan, teknologi seni, dan bahasa media massa.

Pada penyelenggaraan tahun kedua ini, animo sekolah dan instansi rupanya berkurang. Panitia telah memperpanjang batas pendaftaran hingga 10 Juli 2020.

Banyak kendala yang dihadapi oleh peserta terutama karena pandemi Covid-19 yang juga berdampak besar terhadap kegiatan di sekolah/instansi. Peserta lebih fokus untuk berbenah diri sehingga belum banyak peserta yang mendaftar.

“Kami menyediakan total hadiah Rp50 juta untuk para pemenang. Nilai ini mungkin tidak seberapa dibanding komitmen sekolah/instansi dalam mengutamakan penggunaan bahasa negara,” tambah Yani.

Untuk mengikuti penghargaan ini sebenarnya cukup mudah. Sekolah/instansi hanya mengirimkan sepuluh foto papan nama di masing-masing lembaga dan beberapa contoh surat yang dikeluarkan.

Kriteria foto dan contoh surat untuk penghargaan ini dapat dilihat di s.id/pwbibabel dan s.id/pwbsbabel atau dapat menghubungi panitia yang tertera di brosur. (*)

Penulis: Teddy M (CC)
Editor: teddymalaka
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved