Breaking News:

Berita Pangkalpinang

WNA Taiwan Modali Syamsul, Ubah Mineral Ikutan Timah Jadi Batako Dikirim ke Cina

Terdakwa Syamsul memperoleh mineral monasit, ileminite dan zircon dari Wawa Sarwa (terdakwa dalam berkas terpisah) yang dibelinya dengan Rp 5 ribu/Kg

(Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy).
Suasana sidang telekonferensi dengan di Pengadilan Negeri (PN) Kota Pangkalpinang, Senin (29/06/2020). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Terdakwa Syamsul Arifin harus menjalani sidang tindak pidana mineral dan batubara, di Pengadilan Negeri (PN) Kota Pangkalpinang, Senin (29/06/2020).

Terdakwa ditangkap usai membuka pengolahan batako yang mengandung bahan monazite, Ileminite dan zircon di jalan Simpang Payung, Desa Air Bara, Kecamatan Air Gegas, Kabupaten Bangka Selatan.

Atas tindakannya tersebut terdakwa kini harus menjalani sidang, dengan agenda pembacaan dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) Erni Yusnita.

Dalam dakwaannya diketahui saat pemeriksaan oleh anggota Dit Reskrimsus Polda Bangka Belitung, ditemukan delapan karung monasit dengan berat 392 Kg, 11 buah batako monasit serta beberapa alat yang digunakan dalam untuk pembuatan batako yang mengandung monazite, ileminite dan zircon.

"Jumlah batako yang mengandung Mineral monazite, ileminite, zircon sudah yang sudah tercetak sejak tanggal 11 Maret 2020 hingga 25 Maret 2020, adalah sebanyak 7.011 keping batako yang mengandung Mineral monazite, ileminite, zircon," ujar JPU Erni Yusnita dalam dakwaannya.

Diketahui terdakwa Syamsul memperoleh mineral monasit, ileminite dan zircon dari Wawa Sarwa (terdakwa dalam berkas terpisah) yang dibelinya dengan Rp 5 ribu/Kg.

Untuk batako tersebut terdakwa kirim ke Palembang untuk dipindahkan ke dalam kontainer.

Lalu diangkut ke Provinsi Kalimantan Tengah untuk selanjutnya dibawa ke Cina.

Lebih lanjut untuk bahan yang diperoleh Wawa Sarwa, diketahui dibelinya dengan menggunakan uang yang dikirim oleh Zhe (DPO) yang bekerwarganegaraan Taiwan.

"Zhe selaku pemilik modal pada 2018 mengirim uang ke Wawa melalui Chen Tjin When warga negara Cina, dengan transfer sebesar Rp 50 juta untuk pembuatan batako. Selama pembuatan batako sejak 2018 hingga maret 2020, mencapai kurang lebih Rp 5 Miliar yang diberikan secara bertahap," jelasnya.

Lebih lanjut atas tindakan terdakwa, JPU mengenakan pasal 161 Undang-Undang Nomor 4 tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.

Sementara itu usai mendengarkan dakwaan, sidang pun ditutup dan dilanjutkan pada Rabu (01/07/2020) dengan agenda saksi.

(Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy)

Penulis: Rizki Irianda Pahlevy
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved