Berita Pangkalpinang

Cegah Baby Boom Saat Pandemi Corona, BKKBN Bangka Belitung Lakukan Sosialisasi Tunda Kehamilan

Untuk mencegah terjadinya peledakan angka kelahiran atau baby boom, selama pandemi pihaknya melakukan upaya sosialisasi di berbagai daerah

Bangkapos.com/Sela Agustika
Kepala Perwakilan BKKBN Bangka Belitung, Fazar Supriadi Sentosa 

BANGKAPOS.COM,BANGKA-- Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional  (BKKBN) Bangka Belitung, Fazar Supriadi Sentosa mengungkapkan selama pandemi (Maret hingga April 2020) pelayanan akseptor KB terjadi penurunan.

"Biasa pelayanan KB mencapai 8 persen, namun selama pandemi ini capaianya hanya 3,5 persen," kata Fazar kepada Bangkapos.com, Selasa (30/6/2020).

Penurunan ini terjadi karena saat pandemi Covid-19 para akseptor dan tenaga pelayanan was-was untuk melakukan pelayanan KB.

"Masyarakat yang biasanya KB juga jadi was-was, belum lagi mereka juga ditanya dulu mengenai riwayat perjalan dan lainnya sehingga mungkin mereka lebih memilih pil atau kondom yang tidak jamin kualitasnya," ungkap Fazar.

Diakuinya, selama pandemi ini dengan aktivitas masyarakat Work Form Home (WFH) memang terjadi peningkatan angka kehamilan.

"Untuk angka kehamilan di Babel sendiri kami tidak punya datanya, tetapi memang selama pandemi ada peningkatan, namun masih dalam batas wajar," kata Fazar.

Untuk mencegah terjadinya peledakan angka kelahiran atau baby boom, selama pandemi pihaknya melakukan upaya sosialisasi di berbagai daerah di Bangka Belitung.

"Selama pandemi ini satu diantaranya upaya yang kita yaitu sosialisasi mengenai nikah boleh, kawin boleh, tetapi hamil tunda dulu, sosialisasi ini juga sempat viral," ungkapnya, Selasa (30/6/2020).

Dengan adanya sosialisasi tersebut, diaakuinya mendapat respon baik dari masyarakat, sehingga banyak ibu-ibu yang mau hamil terpaksa di tunda dulu.

Hal ini juga dibuktikan dengan terjadinya peningkatan angka akseptor KB selama bulan Mei dan Juni yang mencapai 6 - 7 persen.

"Dari sebelumnya hanya 3,5 persen sekarang sudah terjadi peningkatan dan hampir mendekati target biasanya 8 persen. semoga kedepannya lagi semakin meningkat dan masyarakat menyadari pentingya untuk ikut KB,"kata Fazar.

Sementara itu, dia menyebutkan jika terjadi baby boom akan berdampak banyak bagi kehidupan. 

"Jika ledakan ini terjadi maka banyak yang harus dipikirkan, diantarnya yaitu harus mempersiapkan sekolah, lapangan pekerjaan, ketersediaan pangan, kesehatan dan lainnya. Oleh karena itu saat ini kita tekankan dulu untuk menunda kehamilan sehingga tidak terjadinya ledakan," imbau Fazar.

(Bangkapos.com/Sela Agustika)

Penulis: Sela Agustika
Editor: nurhayati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved