Virus Corona di Bangka Belitung

Dokter Spesialis Paru Jelaskan Beda Reaktivasi dan Reinfeksi Pasien Sembuh Covid-19

Adi Rosadi SpP mengungkapkan pasien yang pernah terinfeksi covid-19 walaupun sudah sembuh masih memungkinkan kembali positif atau tertular kembali.

Dok/dr Adi Rosadi
Dokter Spesialis Paru Rumah Sakit Umum Daerah Depati Hamzah Pangkalpinang, dr Adi Rosadi 

BANGKAPOS.COM,BANGKA--Ketua Tim Penanggulangan Covid-19 RSUD Depati Hamzah Pangkalpinang sekaligus Dokter Spesialis Paru, dr Adi Rosadi SpP mengungkapkan pasien yang pernah terinfeksi covid-19 walaupun sudah sembuh masih memungkinkan kembali positif atau tertular kembali.

"Seseorang yang sudah dinyatakan sembuh dari covid-19 masih mungkin suatu saat nanti kembali menjadi positif karena mekanisme reaktivasi atau reinfeksi," ujar dr Adi, Selasa (30/6/2020).

Dijelaskannya, reaktivasi adalah aktif dan bereplikasinya kembali virus di dalam tubuh manusia yang pada saat dilakukan pemeriksaan RT-PCR tidak mampu dideteksi oleh alat karena populasinya yang sudah minimal.

Sedangkan reinfeksi adalah tertularnya kembali pasien yang sudah dinyatakan sembuh oleh orang lain yang confirm Covid-19

"Oleh karena itu seseorang yang sudah dinyatakan sembuh tetap harus menjalani protokol kesehatan ketat dan menjaga daya tahan tubuhnya agar sisa-sisa virus yang ada dapat dimatikan dengan imun yang baik atau tidak tertular kembali oleh orang yang confirm covid-19 dalam bentuk OTG atau yang bergejala," saran dr Adi.

Bahwa diketahui pasien dengan confirm Covid-19 ada yang masih dalam keadaan sehat atau tanpa keluhan sehingga dinyatakan sebagai orang tanpa gejala (OTG) atau mengalami sakit dengan gejala ringan sampai dengan berat.

(Bangkapos.com/Cici Nasya Nita)

Penulis: Cici Nasya Nita
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved