Breaking News:

ADVERTORIAL

Jamur Enoki Yang Beredar di Pangkalpinang Aman Dikonsumsi

Edukasi juga kita lakukan kepada distributor agar mencantumkan cara pengolahan jamur enoki secara tepat kepada konsumen

Diskominfo Babel
Tim JKPD (Jejaring Keamanan Pangan Daerah) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung saat terjun langsung ke beberapa pasar modern, Senin (29/6). 

Isu bakteri listeria monocytogenes ini berkembang sejak ditemukannya kasus keracunan yang menyebabkan kematian di Amerika Serikat, Kanada, dan Australia karena mengonsumsi jamur enoki. Peristiwa ini kemudian ditetapkan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) yang terjadi selama bulan Maret – April. Indonesia menerima info dari INFOSAN (International Food Safety Authority Network) yang merupakan jaringan otoritas keamanan pangan internasional di bawah FAO/WHO.

Pemerintah kemudian menanggapinya melalui BKP Kementan dengan melakukan penarikan dan pemusnahan produk jamur enoki dari Green Co Ltd, Korea Selatan yang ada di Indonesia sesuai UU Pangan No. 18/2012 Pasal 90, PP 86/2019 Pasal 28 dan Permentan 53/2018.

Suzanna, Kabid Konsumsi dan Keamanan Pangan selaku pemimpin tim OKKPD Dinas Pangan menyebutkan bahwa bakteri listeria memiliki beberapa sifat yang harus kita kenali. Diantaranya, tahan terhadap suhu dingin sehingga mempunyai potensi kontaminasi silang terhadap pangan lain yang siap dikonsumsi dalam penyimpanan.

Kedua, dapat menyebabkan penyakit listeriosis yang mempunyai konsekuensi sakit hingga meninggal dunia, utamanya pada golongan rentan, balita, ibu hamil dan manula. Dan terakhir, dapat dihilangkan melalui pemanasan pada suhu 75ºC.

“Untuk itu, walaupun di Bangka Belitung tidak menjual jamur berbahaya, akan tetapi lebih baik bila kita tetap mengolah jamur dengan benar sebelum mengonsumsinya,” ungkapnya.

Penulis : Dini
Fotografer : Dini
Editor : Listya

Editor: Hendra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved