Breaking News:

Berita Sungailiat

Polisi Bongkar Jaringan Narkoba di Riausilip, Begini Pengakuan Tersangka

Hingga Selasa (30/6/2020), para tersangka masih mendekam di balik jeruji besi Ruang Tahanan Polres Bangka

bangkapos.com/ferylaskari
Foto Tersangka Arsad dan Tersangka Fransisko Andi Saputra di hadapan Kapolres Bangka AKBP Widi Haryawan saat konfrensi pers di Mapolres Bangka, Selasa (30/6/2020) 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Kedok pengedar narkotika jenis sabu di Kecamatan Riausilip Bangka terungkap.

Pelakunya ditangkap saat sedang melaju menggunakan Mobil Isuzu Panther Nopol 2240 LX di Jl Raya Sungailiat-Belinyu, tepatnya di sekitar Desa Pugul Riausilip Bangka.

Hingga Selasa (30/6/2020), para tersangka masih mendekam di balik jeruji besi Ruang Tahanan Polres Bangka

Tersangka pelaku pertama bernama Arsad (43).

Pria ini memiliki dua alamat masing-masing di Lingkungan Paripekir Sungailiat Bangka dan Dusun Simpang Lumut Desa Riau Kecamatan Riausilip Bangka.

Sedangkan tersangka pelaku kedua bernama Fransisko Andi Saputra (34) Warga Desa Riau Kecamatan Riausilip Bangka.

Keduanya ditangkap saat mengendari mobil tersebut.

Ketika penyergapan terjadi, Tim Satnarkoba Polres Bangka menemukan plastik bening berisi butiran kristal putih diduga narkotika jenis sabu berat 0,46 gram di dalam mobil yang digunakan pelaku.

Narkotika dalam plastik bening dibungkus menggunakan tisu agak agak tebal.

"Ini yang kedua kalinya saya ditangkap," kata Arsad ketika diwawancara Bangka Pos di hadapan Kapolres Bangka AKBP Widi Haryawan di Mapolres Bangka, Selasa (30/6/2020).

"Saya dapat barang dari teman yang tidak dikenal. Biasanya saya beli barang lima ratus hingga enam ratus ribu perpaket. Uangnya saya kirim melalui transfer rekening kawan itu. Setelah transfer uang, nanti saya ambil barang (sabu) yang dilempar (oleh bandar narkoba) di jalan atau di suatu tempat, sesuai petunjuk pembicaraan dalam telepon," kata Tersangka Arsad, saat memberikan keterangan berdanpingan dengan rekannya Tersangka Fransisko Andi Saputra.

Kapolres Bangka AKBP Widi Haryawan didampingi Kabag Ops AKP Teguh Setiawan dan Kasat Satnarkoba Iptu Irwan Haryadi dikonfirmasi Bangka Pos, Selasa (30/6/2020) meminta wartawan untuk tidak mempercayai keterangan sepihak tersangka pelaku.

Sebab kata Kapolres, pengakuan tersangka lebih mengarah pada dugaan keterangan palsu untuk menutup-nutupi kedok sang bandar.

"Loh gimana kok dia (Tersangka Arsad) bilang nggak kenal kawannya? Yang kayak gini masih ada yang ditutupin dari dia. Makanya masih kita kembangkan. Mudah-mudahan dapat pelaku (bandar) lainnya (jaringan Narkoba). Ketengan dia ini tidak bisa dipercaya, makanya masih kita dalami," tegas Kapolres.(bangkapos.com/ferylaskari)

Penulis: ferylaskari
Editor: Dedy Qurniawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved