Advertorial

BPTP Bangka Belitung Gelar Webinar Teknologi Pengelolaan Lahan Pasca Tambang untuk Pertanian

Pangkalpinang, Selasa (300620) BPTP Kepulauan Bangka Belitung mengadakan Webinar bekersama dengan Balai Besar Sumberdaya Lahan Pertanian (BBPSDLP)

BPTP Bangka Belitung Gelar Webinar Teknologi Pengelolaan Lahan Pasca Tambang untuk Pertanian - webminar1.jpg
ist
WEBINAR : TEKNOLOGI PENGELOLAAN LAHAN PASCA TAMBANG TIMAH UNTUK PERTANIAN
BPTP Bangka Belitung Gelar Webinar Teknologi Pengelolaan Lahan Pasca Tambang untuk Pertanian - webminar2.jpg
ist
WEBINAR : TEKNOLOGI PENGELOLAAN LAHAN PASCA TAMBANG TIMAH UNTUK PERTANIAN
BPTP Bangka Belitung Gelar Webinar Teknologi Pengelolaan Lahan Pasca Tambang untuk Pertanian - webminar3.jpg
ist
WEBINAR : TEKNOLOGI PENGELOLAAN LAHAN PASCA TAMBANG TIMAH UNTUK PERTANIAN

BANGKAPOS.COM - BPTP Kepulauan Bangka Belitung mengadakan Webinar bekersama dengan Balai Besar Sumberdaya Lahan Pertanian (BBPSDLP), PT.Timah Tbk, dan Universitas Bangka Belitung Selasa (300620) .

Kegiatan webinar ini dihadiri oleh Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Kepala Badan Litbang Pertanian, Kepala BBP2TP, Kepala BBSDLP, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Bangka Belitung, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Bangka Belitung, Dekan Fakultas Pertanian, Perikanan dan Biologi Universitas Bangka Belitung.

Dihadiri pula Kepala Teknik Tambang (KTT) Unit Produksi Darat PT Timah Tbk, Kepala BPTP Kepulauan Bangka Belitung, Kepala Dinas Pangan Kabupaten Bangka Tengah dan Peneliti/Penyuluh serta hadirin peserta webinar. peserta webinar yang berbahagia.

Webinar diikuti kurang lebih 1.000 pesrta.

Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Erzaldi Rosman dalam opening speechnya, menyampaikan ucapan terima kasih Kepada Kepala Badan Litbang Pertanian yang telah menyelenggarakan kegiatan webinar ini.

Ia berharap kegiatan ini dapat merumuskan kebijakan pengelolaan lahan eks tambang yang lebih komprehensif sehingga mendatangkan manfaat bagi masyarakat sekitar.

Sebagai contoh, kegiatan reklamasi yang telah dilakukan oleh Pemda Provinsi Bangka Belitung dengan menggunakan tanaman jambu mete.

Luas lahan jambu mete di Bangka Belitung selama 5 tahun terahkir dari tahun 2015 - 2019 telah mencapai 809 hektar.

Tanaman jambu mete memiliki keunggulan antara lain; (1) Merupakan tanaman konservasi untuk memperbaiki lahan kritis termasuk lahan akibat kegiatan pertambangan, (2) Merupakan komoditas ekspor yang banyak manfaatnya, mulai dari akar, batang, daun dan terutama buahnya,  (3) Kacang mete sebagai bahan baku industri makanan menempati posisi utama dibandingkan dengan jenis tree nuts lain. Harganya relatif mahal. Kacang mete mentah di Pangkalpinang adalah Rp.160.000,- sampai dengan Rp.190.000,- per Kg, dan (4) Kacang mete yang sudah diolah siap untuk dimakan dalam berbagai bentuk olahan (digoreng, dioven atau adanya penambahan madu, tepung, dll dalam proses pengolahannya) berkisar antara Rp.220.000,- sampai dengan Rp.280.000,- per Kg.

Kepala Badan Litbang Pertanian Dr. Ir Fadry Djufry, M.Si dalam Keynote Speech menyambut baik serta menyampaikan apresiasi kepada BPTP Kepulauan Bangka Belitung yang telah menginisiasi kegiatan ini webinar ”teknologi pengelolaan lahan pasca tambang timah untuk pertanian”.

Halaman
12
Penulis: iklan bangkapos
Editor: Dedy Qurniawan
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved