Berita Pangkalpinang

Disebabkan Faktor Lingkungan, Inilah Dua Kasus Penularan Covid-19 Terbanyak di Babel

Dua kasus klaster MT Gebang dan KK Singkep memberikan penularan yang lebih banyak dari yang lainnya. Hal ini disebabkan oleh faktor lingkungan

Bangkapos.com/Riki Pratama.
Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas III Pangkalpinang, dr Bangun Cahyo Utomo. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Kasus penularan virus corona atau covid-19 di Bangka Belitung yang paling banyak terjadi dari klaster MT Gebang dan KK Singkep.

Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas III Pangkalpinang, dr Bangun Cahyo Utomo, mengatakan, dua kasus tersebut memang dilakukan proses tracking dan tindakan yang sangat cepat.

Tindakan tersebut dilakukan oleh tim gugus tugas dan dinas kesehatan, sehingga mereka segera bisa terlokalisir.

"Kalau yang singkep kebanyakan memang kita secara masif kerjasama antar gugus tugas dan pihak BUMN nya bagus, jadi trcaking cepat suporting dari diagnosisnya cepet sehingga kasus bisa segera ditemukan dan interfensinya bisa cepat juga," kata dr Bangun kepada Bangkapos.com, Rabu (01/07/2020)

Dia menyebutkan, dua kasus itu memberikan penularan yang lebih banyak dari yang lainnya.

Hal ini disebabkan oleh faktor lingkungan pada dua kasus tersebut yang sangat memungkinkan untuk terjadinya penularan.

"Karana mereka itu dalam satu lingkungan dan sirkulasi tertutup, jadi sistem kerjanya mereka bertemu dengan orang-orang yang itu saja, dan pastinya saat bekerja itu tentu akan ada beban dan tekanan maka itu proses penularan akan terjadi," sebutnya

Dia menuturkan, dua kasus penularan terbanyak itu memang berinteraksinya dengan orang yang itu-itu saja.

Sehingga memang memberikan penularan yang begitu cepat.

"Makanya waktu itu langsung dilakukan proses tracking dengan sangat cepat jadi bisa segera dikotak-kotakan kasusnya. Memang sangat meledak jadi banyak saat itu, tapi syukur alhamdulillah nya saat ini kasus kesembuhanya bisa kita redam dan kasus nya sekarang kita sudah relatif aman," tuturnya

Dia menuturkan, hal ini juga disebabkan oleh kerja tim gugus tugas provinsi, kabupaten/kota serta Dinkes provinsi, kabupaten/kota.

"Jadi kerja sama kita antara gugus tugas, lintas sektor, dinas kesehatan provinsi maupun kabupaten/kota sangat bagus, sehingga intrafensinya bisa sangat cepat," ucapnya

(Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)

Penulis: Andini Dwi Hasanah
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved