Berita Pangkalpinang

Gugus Tugas Ungkap Rahasia Babel Bisa Raih Peringkat Pertama Tingkat Kesembuhan Covid-19 Tertinggi

Tingkat kesembuhan dari infeksi virus Corona (Covid-19) Babel mencapai 86,8 persen dan menduduki peringkat pertama di atas DI Yogyakarta

Bangkapos.com/Ramandha
Ketua Sekretariat Puskodalops Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Bangka Belitung (Babel), Mikron Antariksa 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Masuknya Bangka Belitung (Babel) menjadi satu di antara 12 provinsi yang memiliki tingkat kesembuhan dari infeksi virus corona di atas 70 persen, tentunya membawa kabar baik bagi masyarakat Bumi Serumpun Sebalai.

Bahkan, tingkat kesembuhan dari infeksi virus Corona (Covid-19) Babel mencapai 86,8 persen dan menduduki peringkat pertama di atas DI Yogyakarta di angka 85,3 persen.

Bahkan, Babel juga tercatat sebagai daerah dengan penanganan klaster corona yang sangat baik.

Ketua Sekretariat Puskodalops Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Bangka Belitung (Babel), Mikron Antariksa mengatakan, pola yang diterapkan pihaknya sendiri, dalam penanganan pasien terpapar Covid-19, lebih kepada kedisiplinan pasien untuk mengikuti segala proses pemulihan.

"Dengan kedisiplinan sebenarnya yang paling utama. Bagaimana mereka (pasien terpapar) dapat mengikuti dan menjalankan semua anjuran saat masa pemulihan itu," jelasnya kepada Bangkapos.com, Rabu (1/7/2020).

Menurutnya, terdapat 2 pola kedisiplinan dari penanganan Covid-19 di Bangka Belitung, yakni pola kedisiplinan dari para petugas penanganan Covid-19 serta pola kedisiplinan pasien terpapar Corona.

Pola kedisiplinan pada para petugas, dikatakannya, tidak kalah penting.

Dimana, para petugas harus dapat melakukan tugasnya tanpa ada keinginan lalai melaksanakan segala aturan, memberikan pelayanan hingga memotivasi pasien terpapar Corona untuk dapat pulih dengan sebaik-baiknya.

"Iya, pelayanan dan tetap menjalankan tugasnya dengan baik, adalah kunci dari segalanya dari mereka (petugas)," ungkapnya.

"Tugas itu kan, sebenarnya sudah diatur di dalam protap yang ditetapkan oleh Kemenkes RI. Jadi itu," lanjutnya.

Ditanyai apakah kedua pola tersebut juga diterapkan pihaknya sehingga penanganan kasus 2 klaster besar, seperti klaster kapal keruk dan kapal tanker berhasil ditekan, Mikron membenarkan.

Dinilainya, keberhasilan para pasien tersebut dalam memulihkan kondisi mereka, bukan lain dikarenakan kesadaran hingga keinginan pasien untuk dapat mencurahkan segala tenaga dan pikiran selama masa karantina.

"Iya, sama. Kita terapkan juga. Dan mereka mendukung. Sehingga kita lihat hasilnya, diluar dugaan mereka bisa pulih dan kembali seperti semula," pungkasnya.

(Bangkapos.com/Ramandha)

Penulis: Ramandha
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved