Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Juni 2020 Inflasi di Pangkalpinang 0,20 Persen, Tanjungpandan 0,27 Persen

Inflasi 0,20% di Kota Pangkalpinang ini terjadi dikarenakan adanya peningkatan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks di beberapa kelompok

Bangkapos/Widodo
Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Dwi Retno Wilujeng Wahyu Utami dalam live streaming, Rabu (1/7/2020) 

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Dwi Retno Wilujeng Wahyu Utami menjelaskan perkembangan indeks harga konsumen atau Inflasi melalui live streaming pada Rabu (1/7/2020).

Dia mengatakan, Kota Pangkalpinang dan Tanjungpandan mengalami Inflasi pada bulan Juni tahun 2020.

"Pada bulan Juni Tahun 2020 Pangkalpinang mengalami Inflasi sebesar 0,20 % dan Tanjungpandan juga mengalami inflasi di bulan Juni sebesar 0,27 % sehingga dari gabungan dua kota tersebut mengalami inflasi 0,23%," ungkap Dwi Retno Wilujeng Wahyu Utami.

Dia menyebutkan, Inflasi tahun kalender tahun 2020 adalah sebesar 0,22% dan inflasi Juni 2020 terhadap Juni 2019 adalah 0,20%.

"Perkembangan tingkat inflasi di Kota Pangkalpinang pada bulan Juni lebih rendah jika dibandingkan dengan bulan Mei 2020 yang masih sebesar 0,99%. Sedangkan untuk inflasi di Tanjungpandan bulan Juni lebih rendah jika dibandingkan dengan inflasi bulan Mei 2020 sebesar 1,20%," jelasnya.

Tetapi dikatakan Dwi Retno Wilujeng Wahyu Utami inflasi pada bulan Juni 2020 lebih tinggi ketimbang Juni 2019.

Dengan demikian inflasi gabungan dua Kota adalah sebesar 0,23%.

Dia mengatakan Inflasi 0,20% di Kota Pangkalpinang ini terjadi dikarenakan adanya peningkatan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks di beberapa kelompok pengeluaran.

"Kelompok pengeluaran seperti makanan, minuman dan tembakau dan ini adalah yang terbesar dengan inflasi 0,92 dan dengan andil yang paling besar yaitu 0,28," katanya dalam Live streaming, Rabu (1/7/2020).

"Pengeluaran lain yang mengalami inflasi yaitu perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,17%," lanjutnya.

"Selain itu kelompok pengeluaran yang juga mengalami inflasi yaitu peralatan pribadi dan jasa lainnya yakni sebesar 0,65%," sambungnya.

Dwi Retno Wilujeng Wahyu Utami menyebutkan apa saja yang menyebabkan inflasi di Kota Pangkalpinang.

"Terbesar adalah andil dari komoditas daging ayam ras (0,13%), harga bayam, kangkung, bawang merah shampo, telur ayam ras, pengharum cucian, popok bayi sekali pakai, wortel dan tisu," jelasnya.

Selain itu dia juga menjelaskan inflasi sebesar 0,27% di Tanjungpandan dikarenakan kenaikan harga pada beberapa kelompok pengeluaran.

"Pada kelompok pengeluaran makanan dan minuman, tembakau, pakaian dan alas kaki, perumahan, air listrik, bahan bakar rumah tangga kemudian pada kelompok transportasi dan juga kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan serta kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya," sebutnya.

"Kelompok transportasi menyumbangkan inflasi lebih besar yaitu 0,97% dengan andil inflasi 0,11%," pungkasnya.

(Bangkapos.com / Widodo)

Penulis: Widodo
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved