Advertorial

Makna Peningkatan Status Polda bagi Masyarakat

MARCUS Tullius Cicero seorang filsuf terkenal Roma menyatakan Ubi societas ibi ius; di mana ada masyarakat di situ ada hukum yang bermakna

ist
Kombes Pol (Purn) Dr. H. Zaidan,SH., S.Ag., M.Hum - Stafsus Gubernur dan Ketua PEPABRI Babel 

Makna Peningkatan Status Polda bagi Masyarakat

oleh Kombes Pol (Purn) Dr. H. Zaidan,SH., S.Ag., M.Hum - Stafsus Gubernur dan Ketua PEPABRI Babel

BANGKAPOS.COM - MARCUS Tullius Cicero seorang filsuf terkenal Roma menyatakan Ubi societas ibi ius; di mana ada masyarakat di situ ada hukum yang bermakna bahwa hukum tidak bisa dipisahkan dari masyarakat atau sebaliknya. Sepadan dengan adagium tadi ada juga istilah Crime is a product of society; kejahatan adalah produk masyarakat berarti bahwa kejahatan itu adalah perilaku tertentu dari masyarakat itu sendiri yang memenuhi kriteria melanggaran nilai yang berlaku di masyarakat; baik nilai agama, sosial dan hukum.

Untuk menerjemahkan nilai hukum yang masih abstrak itu menjadi konstruksi hukum konkret atas perilaku dan perbuatan seseorang yang telah melanggar hukum diperlukan lembaga Kepolisian di Indonesiakan Polri, Polri lah yang dipercayakan sebagai main power atau leading sector-nya yang mengikuti sistem hukum dalam The crime control model yang berlaku bersama masyarakat, komponen CJS (Criminal Justice System/Sistem Peradilan Pidana) yang dipengaruhi oleh faktor kriminogen yang bersumber dari perkembangan nilai Astra Gatra (Ipoleksosbud Hankam) dalam masyarakat terkombinasi dengan arus pembangunan nasional.

Operasionalisasi tujuan hukum dari Gustav Radbruch memberikan; kepastian hukum, rasa keadilan, dan kemanfaatan sosial ini menjadi tugas Polri menurut Peter G Hoefnagels dapat dilakukan melalui Criminal law application, Prevention without punishment and Influencing views of society on crime. Tiga model ini dimainkan oleh Polri sehingga masyarakat menaruh harapan yang besar pada Polri untuk dapat melaksanakan tugasnya dan kewenangannya dengan benar dan baik (due process of law) sehingga pelayanan dan penegakan hukum memberikan kontribusi bagi kedamaian dan kesejahteraan masyarakat.

Kepolisian adalah lembaga terbaik di dunia Kepolisian secara universal adalah lembaga yang mempunyai tugas sebagai public servant; melindungi, mengayomi, dan melayani, maintain security and public order; menjaga keamanan dan ketertiban, law enforcement; penegakan hukum dan peace; menjadi juru damai. Tugas Kepolisian ini sama dengan yang disampaikan Peter G Hoenagels dalam penegakan hukum adanya proses pembinaan hukum bagi masyarakat, pencegahan kejahatan dan penerapan hukum pidana. Perspektif agama Tugas Kepolisian itu utamanya adalah amar makruf nahi mungkar; pe­rintah berbuat kebajikan dan mencegah kejahatan.

Seseorang beriman dan melaksanakan amar makruf nahi mungkar ditetapkan oleh Allah sebagai fitrah umat terbaik, sebagaimana Allah berfirman dalam Al-Qur’an surat Ali-Imran ayat 110 yang artinya “Kamu umat Islam adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, karena kamu menyuruh berbuat makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah”. Sejalan dengan fitrah itu coba kita simak bunyi surat yang sama ayat 104 yang artinya “Dan hendaklah di antara kamu ada segolongan umat yang menyeru pada kebajikan, menyuruh berbuat yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar. Dan merekalah orang-orang yang beruntung”.

Dengan mengutip kedua ayat tersebut di atas esensinya adalah pertama, kriteria sebagai umat terbaik itu diletakkan pada umat yang beriman dan melaksanakan amar makruf nahi mungkar. Kedua, Allah memerintahkan agar ada lembaga khusus (segolongan orang/organisasi/lembaga) yang melaksanakan amar makruf nahi mungkar itu, dan yang ketiga, umat yang melaksanakan amar makruf nahi mungkar itu adalah umat terbaik juga masuk dalam kategori orang-orang yang beruntung.

Tidaklah berlebihan jika saya katakan bahwa organisasi atau lembaga terbaik di dunia, sebab Lembaga Kepolisian lah yang secara totalitas melaksanakan amanah amar makruf nahi mungkar itu; artinya Polisi di mana pun esensi tugas pokok, fungsi, dan peranannya adalah membina warganya untuk selalu berbuat baik taat aturan hukum yang ada (preemptive/lebih fokus pada pembinaan mental, peniadaan niat orang untuk melakukan kejahatan/mungkar), lalu Polisi hadir secara fisik di mana saja dan kapasitas apa saja berfungsi sebagai upaya preventif (pencegahan/ini lebih dititikberatkan pada peniadaan kesempatan orang untuk melakukan kejahatan/mungkar), tahap berikutnya represif (tindakan hukum) dilakukan terhadap orang yang telah melakukan kejahatan untuk dibuktikan di

Sidang Pengadilan sebagai pertanggungjawaban pidana; membina pribadi masyarakat, pelayanan dan penegakan hukum tugas dan kewenangan Kepolisian sudah mengakar dalam sejarah yang panjang dan tidak akan akan berakhir selama dunia ini masih ada.

Halaman
123
Penulis: iklan bangkapos
Editor: Dedy Qurniawan
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved