Breaking News:

Berita Bangka Barat

Pemkab Bangka Barat Undang Ketum APTIN Hidayat Arsani Bahas Polemik Perizinan Tambak Udang

Audensi berlangsung di gedung Operasional Room (OR) 1 Pemkab Bangka Barat, Senin (1/7/2020) siang.

Penulis: Antoni Ramli | Editor: Dedy Qurniawan
Bangka Pos / Anthoni Ramli
Audensi Bupati Bangka Barat Markus dengan Ketum Aliansi Petani Tambak Indonesia (APTIN) Hidayat Arsani 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Pemerintah Kabupaten Bangka Barat menggelar audensi dengan Ketua Umum (Ketum) Aliansi Petani Tambak Indonesia (APTIN) Hidayat Arsani.

Audensi berlangsung di gedung Operasional Room (OR) 1 Pemkab Bangka Barat, Senin (1/7/2020) siang.

Audiensi dihadiri Bupati Bangka Barat Markus, Asisten 1 Rozali, Kepala BLHD Riduwan, Kepala (DPMPPTSPTKK) Rosdjumiati, Kepala Bappeda M Effendi, Kepala PU Suharli, Kabid PTSP bertha, serta sejumlah Camat.

Markus tak menampik jika sampai saat ini masih ada sejumlah perusahaan tambak udang yang belum melengkapi perizinan.

Hal tersebut lah yang menjadi salah satu alasan pemerintah daerah mengundang pihak APTIN.

" Memang kita ketahui permasalahan tambak udang ini sampai saat ini masih menjadi polemik. kami pemkab Babar pada prinsipnya sangat mendukung investasi yang masuk ke Babar," ujar Markus mengawali sambutannya, Senin (1/7/2020)

Bahkan Markus mengintruksikan, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang berkaitan dengan perizinan tidak menghambat dan memudahkan proses perizinan setiap investor yang masuk ke Bangka Barat.

" Bahkan saya katakan kepada dinas satu pintu dan OPD lainnya jangan menghambat, sebab tak hanya PAD namun juga untuk menciptakan lapangan pekerjaan.
Karena kami lihat rata rata pekerja lokalnya dari desa desa setempat," bebernya

" Yang jelas kami pemkab Babar tidak pernah menghabat dan tidak mau menghambat sesuai intruksi presiden wakti rakornas kemarin, beliau menyampaikan ke kita, itu menjadi pegangan kami. karena indonesia ini butuh investasi apalagi daerah kita ini yang baru berkembang seperti ini. Beberapa persoalan ini ada beberapa tambak udang yang belum selesai perizinannya silahkan nanti bu ros jelaskan," bebernya. (bangkapos.com / Anthoni)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved