Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Rio Setiadi Maklumi Kebijakan Surat Rapid Test Memberatkan Penumpang

Rapid tes ini merupakan pengecekan yang sangat minimalis untuk mengetahui potensi ada virus atau tidaknya pada seseorang.

bangkapos.com/Jhoni Kurniawan
Ilustrasi Rapid Test Covid-19 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Para calon penumpang penerbangan mengeluhkan kebijakan syarat penumpang harus ada surat keterangan rapid test.

Syarat ini memberatkan penumpang karena harus mengeluarkan biaya lagi selain tiket pesawat.

Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD kota Pangkalpinang Rio Setiady menanggapi hal tersebut dan menyarankan perlunya klasifikasi pemberian subsidi.

"Terkait kebijakan tersebut, saya kira kita maklumi.  Karena ini adalah usaha pemerintah untuk meminimalisir dan mengantisipasi penyebaran virus Corona, memang kebijakan tersebut memiliki konsekuensi biaya serta prosedur yang tidak sederhana. Saya kira masih dalam tahap wajarlah," ujar Rio, Rabu (1/7/2020).

Dikatakan olehnya, rapid tes ini merupakan pengecekan yang sangat minimalis untuk mengetahui potensi ada virus atau tidaknya pada seseorang.

Ada lagi tes swab Ini jauh lebih mahal dan prosedurnya lebih panjang ketimbang sekedar rapid tes.

"Terkait dengan biaya saya kira perlu untuk di klasifikasikan kepada pelajar atau mahasiswa apakah bisa untuk disubsidi oleh pemerintah daerah karena bisa jadi mereka akan keberatan untuk membayar walaupun sekedar rapid test, Kasihan juga jika dibebankan kepada masyarakat atau pelajar dan mahasiswa. Kecuali untuk mereka yang memang menggunakan Rapid test untuk kepentingan bisnis saya kira sah sah saja dengan harga yang di patok komersil,"kata Rio.

Disingung, ada opini terkait rapid test jadi ladang bisnis. Ia akui memang ada yang beropini seperti itu.

"Tapi kita maklum karena ini dalam kondisi darurat saja, ada oknum yang ingin mengambil keuntungan di tengah kebutuhan pada sesuatu yang dianggap langka seperti repid tes ini. Saran saya kepada pemerintah, Sebaiknya ada regulasi yang jelas terkait dengan rapid tes ini," beber Rio.

Hal itu perlu dilakukan jika memang akan berlangsung dalam jangka panjang. Serta pemerintah daerah dengan anggaran rekor fungsi penanganan corona mungkin bisa memberikan keringanan untuk masyarakat yang kurang mampu dan membutuhkan rapid test.

Serta kepada pelajar dan mahasiswa menggunakan tapid test untuk kembali ke tempat belajar mereka masing masing di perantauan.

"Tetapi untuk masyarakat yang ditracking karena kontak dengan pasien yang positif corona maka rapid test dan swab tesnya gratis, sudah dianggarkan di pos penanganan corona di masing masing pemerintah daerah,"tuturnya.

(Bangkapos.com/Cici Nasya Nita)

Penulis: Cici Nasya Nita
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved