Breaking News:

Suasana Rapid Test di Lab Klinik Kimia Farma Dekat Bandara Depati Amir Pangkalpinang (VIDEO)

Beberapa orang mengantri di depan klinik lab Kimia Farma dekat Bandara Depati Amir Pangkalpinang untuk melakukan rapid test.

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Beberapa orang mengantri di depan klinik lab Kimia Farma dekat Bandara Depati Amir Pangkalpinang untuk melakukan rapid test.

Hasil rapid test menjadi satu di antara syarat yang harus dipenuhi oleh calon penumpang yang ingin melakukan perjalanan.

Jangka waktu surat hasil rapid test saat ini diperpanjang menjadi 14 hari, dari sebelumnya yang hanya berlaku selama 3 hari saja.

Terlihat beberapa calon penumpang ini mengambil nomor antrian dan mengisi formulir pendaftaran

Analis Kesehatan Kimia Farma, Azhar Mazin Luthfi mengatakan pihaknya bekerjasama dengan PT Angkasa Pura II untuk memberikan pelayanan rapid test di bandara bertujuan mempermudah para calon penumpang.

"Harga rapid test di sini Rp 225 ribu, calon penumpang hanya butuh waktu sekitar 20 menit atau lebih dalam proses pemeriksaan. 15 menit hasil keluar dan administrasi 5 menit," kata Azhar saat ditemui bangkapos.com, Rabu (1/7/2020)

Dijelaskan olehnya, calon penumpang cukup membawa KTP, mengambil nomor antria, mengisi data diri dan melakukan pemeriksaan rapid test.

"Hasilnya juga sudah bisa diterima karena kita pakai korp disuratnya dari gugus covid-19 langsung. Korp resmi dari pemerintah, walaupun dengan harga segitu hasil sudah valid,"jelasnya.

Ia juga menghimbau kepada para calon penumpang yang sedang mengantri untuk menerapkan social distancing atau menjaga jarak dan menunggu di ruang tunggu yang sudah disediakan.

Sementara itu, satu calon penumpang Idris (24) bersama adik lelakinya yang sedang mengantri mengaku memang dengan adanya pelayanan rapid test di bandara cukup membantu dan lebih murah dibandingkan yang lain.

"Cukup membantu, bila kita melakukan rapid di tempat lain biaya hampir sama dengan tiket. Alhamdulillah di sini lebih murah," kata Idris warga asal Taboali ini.

Tak ia pungkiri biaya rapid test menambah biaya penerbangan dan berharap ada alternatif lain agar biaya tidak memberatkan.

Ia mengakui rapid test sebagai syarat terbang ini dirasa ribet.

"Ribet (syarat penerbangan ada surat rapid test-red), mungkin bisa ada alternatif kedepannya lebih memudahkan. Sebab bila kita lihat ini banyak orang ngumpul juga," kata Idris.

(Bangkapos.com/Cici Nasya Nita)

Penulis: Cici Nasya Nita
Editor: Tomi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved