Rabu, 8 April 2026

Berita Pangkalpinang

PPDB Secara Online, Kadindikbud Pangkalpinang Akui Tiap Hari Terima Komplain Masyarakat

Tujuan diberlakukannya pendaftaran secara online untuk memberi kemudahan kepada masyarakat agar tetap bisa melakuka pendaftaran selama di rumah

Penulis: Sela Agustika | Editor: Hendra
Bangkapos/Sela Agustika
Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pangkalpinang, Eddy Supriadi bersama Pimpinan redaksi Bangka Pos di ruang tengah, Kamis (2/7/2020). 

BANGKAPOS.COM,BANGKA -- Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pangkalpinang menjelaskan mengenai problematika yang dihadapi selama penerimaan peserta didik baru (PPDB), pada ruang tengah redaksi Bangka Pos, Kamis (2/7/2020).

Dalam diskusi tersebut, Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pangkalpinang, Eddy Supriadi mengatakan pihaknya hampir setiap hari berhadapan dengan komplain masyarakat.

"Berbagai komplain yang kita terima mulai dari keluhan sistem penerimaan online hingga penerapan jalur PPDB yang meliputi zonasi, afirmasi, prestasi, dan mutasi," ungkapnya pada dialog ruang tengah, Kamis (2/7/2020).

Dia mengatakan inovasi dimulainya PPDB onilne ini mengingat pertimbangan covid-19 yang belum reda.

Sehingga pihaknya memilih untuk melakukan pendaftaran secara online melalui aplikasi untuk jenjang SD dan SMP.

Diakuinya, tujuan diberlakukannya pendaftaran secara online untuk memberi kemudahan kepada masyarakat agar tetap bisa melakuka pendaftaran selama di rumah tanpa harus keluar.

"Sebenarnya PPDB ini kami ingi memberikan kemudahan bukan bermaksud menyulitkan masyarakat, namun apa yang kita rencanakan tidak semudah itu," ungkapnya

Dia mengungkapkan pada hari pertama diterapnyan pendaftaran melaui PPDB online, pihaknya mengalami adanya perlambatan sistem.

"Ini mungkin terjadi karena kunjungan ke web ini hampir berbarengan dan pada saat itu jumlah kunjungannya mencapai 40 ribu. Belum lagi yang bolak balik dan yang masuk pendaftaran mungkin ini juga menjadi kegelisahan bagi masyarakat, serta belum lagi kendala dari masyarakat yang tidak mempunya androit, laptop," ujarnya.

Untuk mengatasi hal tersebut, pada hari kedua pendaftaran, pihaknya melakukan evaluasi kepada kepala sekolah untuk tetap melakukan pelayanan langsung di sekolah.

"Untuk pendaftran tetap online, tetapi pelayanannya dibantu oleh pihak sekolah sehingga mempermudah bagu yang ingin mendaftarkan sekolah,"ujarnya.

Dia mengungkapkan total penerimaan siswa di Pangkalpinang sendiri sebanyak 4065 untuk seluruh 10 SMP Negeri dan 3957 untuk 66 SD Negeri di Pangkalpinang.

Dia berharap dengan adanya pembatasan kuota untuk peserta didik, terutama ditingkat SMP bisa dipertimbangkan.

"Karena jumlah siswa SMP lebih banyak sementara daya tampung masing-masing SMP negeri dibatasi,kita berharap pihak orang tua ini ada pehaman untuk bisa mendaftarkan ke sekolah swasta ataupun MTS," tungkasnya.

Dikatakan Eddy, setiap sekolah yang dikelolah oleh dinas sudah dijamin sarana dan prasana sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI).

"Semua sekolah sama, sarana dan prasana sama, baik dari segi tenaga pengajar, materi pembalajaran dan lainnya sama sesuai SNi," jelasnya.

(Bangkapos.com/Sela Agustika)

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved