Breaking News:

Berita Sungailiat

Sebanyak 290 CJH Kabupaten Bangka Batal Berangkat Haji Tahun 2020, Ini Penjelasan Kemenag

Pada tahun 2020 ini karena ada wabah pandemi Covid-19 tercatat sebanyak 290 orang CJH, yang terdiri dari 262 CJH reguler dan 28 CJH cadangan.

Bangkapos.com/Edwardi
Syaiful Zuhri, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bangka 

BANGKAPOS.COM,BANGKA--Jumlah Calon Jamaah Haji (CJH) asal Kabupaten Bangka yang batal diberangkatkan ke Tanah Suci Mekkah untuk menunaikan ibadah haji pada tahun 2020 ini karena ada wabah pandemi Covid-19 tercatat sebanyak 290 orang CJH, yang terdiri dari 262 CJH reguler dan 28 CJH cadangan.

Pasalnya Pemerintah Arab Saudi sampai saat ini belum memberikan izin kepada pemerintah Indonesia untuk memberangkatkan CJH.

"Untuk kloter pertama jamaah haji asal Indonesia sesuai jadwal mulai diberangkatkan pada tanggal 24 Juni, ini sifatnya ditunda karena CJH Indonesia tidak bisa masuk ke Arab Saudi tahun 2020 ini sehingga ditunda keberangkatannya pada tahun 2021 dengan syarat CJH tersebut tidak menarik uang biaya penyelenggaraan ibadah hajinya," jelas Syaiful Zuhri, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bangka, Kamis (02/07/2020) di kantornya.

Menurutnya, bagi CJH yang sudah melunasi BPIH-nya tetap diperbolehkan untuk mengambil uangnya apabila memang ada kebutuhan mendesak , yakni biaya sisa pelunasannya sebesar Rp 8 juta lebih.

"Tetapi apabila CJH itu mengambil semua uang BPIH nya senilai Rp 33 juta lebih itu berarti kuota ibadah haji untuk yang bersangkutan juga hangus , karena itu kita sarankan kepada CJH yang mau mengambil uang BPIH cukup mengambil uang pelunasannya saja, jadi jangan diambil semuanya," saran Syaiful.

Diharapkan Syaiful kepada seluruh CJH Kabupaten Bangka yang batal berangkat diharapkan jangan bersedih karena mungkin hal inilah jalan terbaik yang diberikan Allah SWT.

"Kita sama-sama sedih dan prihatin tapi mungkin inilah jalan terbaik yang bisa diambil pemerintah karena dalam menjalankan ibadah itu rasa keamanan dan kenyamanan CJH harus menjadi perhatian utama semua pihak, jadi mohon bersabar dan tenang , tetaplah berprasangka baik kepada Allah SWT mudah-mudahan semuanya ini pasti ada hikmahnya yang terbaik buat kita," ungkap Syaiful.

Dia mengatakan, karena dalam menunaikan ibadah haji ini perlu ilmu maka belajarlah terus manasik haji ini dengan baik dan tanpa henti, karena yang berangkat haji ini kebanyakan orang yang sudah tua sehingga lebih sulit mempelajarinya dan perlu belajar diulang-ulang terus sehingga ilmunya semakin bagus dan baik.

"Mohon dijaga selalu kesehatan para CJH masing-masing supaya saat menjalankan ibadah haji nanti kondisi tubuh benar-benar sehat dan fit," imbau Syaiful.

Disinggung soal kebijakan masuk sekolah bagi sekolah-sekolah di bawah Kemenag Kabupaten Bangka, menurut Syaiful pihaknya mengikuti kebijakan soal pendidikan ini sesuai dengan kebijakan aturan yang ditetapkan Pemkab Bangka.

"Jadi saat ini kita tetap mengikuti kebijakan yang diatur Pemerintah Daerah Kabupaten Bangka sampai dengan ada ketentuan lain yang ditetapkan pemerintah pusat selanjutnya," kata Syaiful.

(Bangkapos.com/Edwardi)

Penulis: edwardi
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved