Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Selama Pandemi Corona Tunggakan BPJS Kesehatan di Bangka Belitung Meningkat, Total Rp 105 M Lebih

Angga Firdauzie mengakuinya selama masa pandemi Covid-19 tunggakan iuran peserta BPJS kesehatan di Bangka Belitung mengalami peningkatan

Penulis: Sela Agustika | Editor: nurhayati
Bangkapos.com/Sela Agustika
Ilustrasi Pelayanan BPJS Kesehatan 

BANGKAPOS.COM,BANGKA--Kepala Cabang BPJS Pangkalpinang, Angga Firdauzie mengakuinya selama masa pandemi Covid-19 tunggakan iuran peserta BPJS kesehatan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengalami peningkatan, terutama untuk Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU).

Secara keseluruhan total jumlah tunggakan peserta PBPU sampai dengan bulan juni 2020 sebanyak Rp 105.016.926.691 dari total 188.666 peserta di Bangka Belitung.

"Dengan adanya tunggakan ini kita juga mengimbau melalui media informasi untuk para peserta tetap membayar iuran, karena jika tidak secara sistem akan terkunci," kata Angga kepada Bangkapos.com, Kamis (2/6/2020) di Kantor BPJS Pangkalpinang.

"Seperti pesan pemerintah ini adalah masalah kesehatan, jadi untuk jaminan kesehatan harus tetap dibayar khawatirnya ketika ada masalah kesehatan suatu ketika faskesnya tidak bisa lagi digunakan," imbau Angga.

Disisi lain ia mengatakan dengan adanya penyesuaian iuran BPJS kesehatan, saat ini pihaknya mengalami pembayaran ke fasilitas kesehatan (faskes) lebih lancar dibandingkan sebelumnya.

"Untuk pembayaran faskes rujukan tingkat lanjut setelah adanya penyesuaian iuran saat ini lebih lancar dibandingkan sebelumnya yang tidak sesuai antara harga dengan barangnya. Ibaratnya seperti ada fenomena gali lobang tutup lobang," ungkap 

Dia menyebutkan jika tidak ada penyesuaian iuran BPJS kesehatan seperti saat ini, 100 persen, begitu juga iuran yang ditarik tidak akan bisa menutupi biaya manfaat.

"Pastinya untuk faskes juga akan terganggu, misalnya untuk pembayan faskes ke pabrik obat, dokter dan tenaga kesehatan akan terganggu, namun dengan adanya penyesuaian ini pembayaran ke faskes lebih baik dan kita juga berusaha memberikan fasilitas yang baik," jelas Angga.

Sedangkan untuk memudahkan pelayanan, saat ini peserta tidak perlu datang langsung ke kantor cukup dengan menggunakan aplikasi Mobile JKN.

"Pada aplikasi Mobile JKN ini masyarakat akam lebih muda mengakses data mengetahui semua informasi terkait kepesertaan, seperti bisa mendaftar dan mengubah kepesetaan, mengetahui informasi tagihan dan pembayaran iuran serta kemudahan lainnya," jelas Angga.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved