Breaking News:

Anak Bungsunya Tak Diterima Masuk Sekolah Negeri, Ibu Ini Manangis Haru di Sekolah (VIDEO)

Usai mencari nama yang tak kunjung menemukan nama anaknya, ia terduduk lemas di sebelah papan pengumuman sambil menangis

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Hari ini pengumuman Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jalur zonasi untuk tingkat SD dan SMP diwilayah kota Pangkalpinang.

Hal ini membuat para siswa dan orang tua harap-harap cemas diterima atau tidak disekolah yang dituju. 

Seperti yang dirasakan Hernisa sejak pukul 06:00 WIB dirinya sudah berdiri di depan pintu pagar SMPN 1 Pangkalpinang, sekolah yang dituju oleh anka bungsungnya.

Ketika pintu pagar dibuka pukul 09:00 WIB begitu melihat papan pengumuman yang diletakan pihak sekolah di halaman depan, cukup mengujutkan Hernisa sebab setelah berusaha mencari dari nomor pertama sampai akhir, nama ankanya, Maya tak tertuliskan tanda lulus di SMPN 1 Pangkalpinang tersebut.

Usai mencari nama yang tak kunjung menemukan nama anaknya, ia terduduk lemas di sebelah papan pengumuman sambil menangis, begitu pula dengan Maya anaknya yang juga duduk tepat di depan nya menangis sebab dirinya tak diterima di sekolah yang ia inginkan.

Hernisa tinggal di Kampung Melintang secara zonasi Maya masih masuk zonasi SMPN 1 Pangkalpinang, yang merupakan lulusan SDN 33 Pangkalpinang.

Saat ditemui Bangkapos.com Hernisa mengakui, dirinya memang tak paham betul akan pendaftaran online tersebut, sebab dirinya hanya tinggal berdua saja dengan anaknya Maya, anak-anak yang lain merantau ke Jakarta.

"Kami ni lah tua mana paham pendaftaran yang online-online seperti itu, main handphone hanya bisa Wa saja, ini yang daftrakan minta bantuan kakaknya di Jakarta, ini anak saya yang bungsu," kata Hernisa selaku orang tua sambil menteskan air mata kepada Bangkapos.com, Jumat (03/07/2020).

Dia menyebutkan, dengan sistem pendaftaran secara online dan jalur zonasi seperti ini menurutnya pemerintah seperti menyusahkan rakyat kecil seperti dirinya.

"Ga bisa apa-apa lagi lah, lemas kaki saya, dari semalam ga bisa setidur memikirkan ini lulus atau tidak, bahkan dari seminggu kemarin, kenapa jadi sperti ini, kenapa seolah pemerintah menyusahkan kami rakyat kecil ini," sebutnya

Menurutnya, berdasarkan tenpat tinggal anaknya Maya memang memenuhi zonasi SMPN 1, dan anaknya memang ingin sekolah di SMP 1.

"Pilihan dia ini hanya SMP 1 inilah, udah dari dulu mau di SMP 1 dekat juga dari rumah, tetap tidak lulus, mau sekolah swasta kami tidak mampu hanya pedagang kaki lima, telemas kaki saya nama anak saya tidak ada," ujarnya

Sementara itu, Maya hanya bisa terdiam dan tertunduk meneteskan air mata sebab dorinya tak diterima di sekolah yang ia impikan itu, bahkan dekat dari rumahnya.

Berulang kali Maya berdiri di depan papan pengumuman mencari namanya siapa tahu tadi dirinya terlewatkan, namun sayang namanya tak kunjung ditemukan.

(Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)

Penulis: Andini Dwi Hasanah
Editor: Tomi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved