Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Peserta Didik Jangan Kecewa Jika Tidak Diterima Karena Kesempatan Belajar Terbuka lebar

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ini yang berbeda dengan tahun lalu, yang mana PPDB tahun 2020 ini dilaksanakan dengan sistem online.

Istimewa/doc. Wahyu
Dosen prodi psikologi IAIN SAS Babel, Wahyu Kurniawan 

BANGKAPOS.COM,BANGKA--Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ini merupakan PPDB yang berbeda dengan tahun lalu, yang mana PPDB tahun 2020 ini dilaksanakan dengan sistem online.

Dosen Prodi Psikologi IAIN SAS Babel, Wahyu Kurniawan mengatakan regulasi terkait PPDB tersebut telah dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan dalam Peraturan Menteri Nomor 44 tahun 2019 melalui 4 sistem yaitu zonasi, prestasi, afirmasi dan prestasi yang secara jelas syarat dan kriterianya.

Diakuinya, peraturan sistem online ini dianggap mampu untuk memecah sistem peneriman yang di anggap adil dan merata.

"Tetapi bagaimanapun yang namanya sistem pasti ada kekurangan dan tentunya ini implikasinya bagi siswa yang akan melanjutkan sekolah, terutama yang harapannya kandas karena tidak dapat diterima, serta akan menjadikan peserta didik berkecil hati atau kecewa," jelas Wahyu, Jumat (3/7/2020) kepada Bangkapos.com.

"Begitu juga misalkan orangtua yang semulanya berharap anak masuk sekolah negeri agar bisa meminimalisir biaya. Namun jika tidak masuk, maka orangtua harus berpikir ulang ke sekolah mana akan ditempuh dan tidak membuat masalah baru," saran Wahyu.

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa hal tersebut berkaitan dengan edukasi antara orangtua dan anak, serta antara dinas pendidikan dan orangtua.

Untuk itu pentingnya merubah mindset bahwa tidak ada sekolah unggulan karena semua sekolah adalah tempat belajar dan semuanya unggul.

Dikatakan Wahyu, jika edukasi dan sosialisasi sejak awal didapakan dengan jelas maka calon siswa akan memiliki kesiapan yang baik dan bisa menerima semuanya.

"Edukasi dan sosialiasi yang masif membuat psikologis anak akan siap menerima konsekwensinya dengan baik," kata Wahyu

Dia menyarankan kepada peserta didik yang terlanjur tidak menemukan sekolah yang tepat tidak perlu berkecil hati karena kesempatan belajar dimanapun terbuka lebar.

(Bangkapos.com/Sela Agustika)

Penulis: Sela Agustika
Editor: nurhayati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved