Breaking News:

Penggelapan Mobil Rental Terungkap

Ini Peran Hendrik dan Maymunsry Oknum PNS Bangka Barat di Skandal Dugaan Penggelapan Mobil Rental

Dua terduga kasus penggelapan mobil rental yakni Hendrik (40) dan Maymunsry (40) oknum PNS memiliki peran masing masing.

Penulis: Antoni Ramli | Editor: nurhayati
Ist/Polres Babar
Keduanya terduga pelaku penggelapan Hendrik (40) Buruh Harian, alamat Kp Keranggan atas dan Maymunsry (40) oknum PNS warga kp Teluk Rumbiah Laut Muntok, Bangka Barat 

BANGKAPOS.COM,BANGKA--Dua terduga kasus penggelapan mobil rental yakni Hendrik (40) dan Maymunsry (40) oknum PNS memiliki peran masing masing.

Kasat Reskrim Polres Bangka Barat, AKP Andri Eko Setiawan, menyebut Hendrik berperan merental mobil milik korban / pelapor.

Kemudian mobil rental tersebut diantarakan kepada saksi Ilham untuk digadaikan.

Sementara Maymunsry oknum PNS dilingkungan Pemkab Bangka Barat, berperan menyuruh tersangka Hendrik untuk merental mobil kemudian mengantarkannya kepada saksi Ilham untuk digadaikan.

"Jadi keduanya inj punya peran masing masing. Hendri yang merental mobil dan Maymunsry yang menyuruh saksi Ilham menggadaikan mobil tersebut. Di mana mobil yang direntalkan kepada orang ternyata tidak kembali, ungkap Eko mewakili Kapolres AKBP Fedriansah, Minggu (5/7/2020) kepada Bangkapos.com.

Oknum PNS Jadi Pelaku Pengelapan Mobil Rental 

Sat reskrim Polres Bangka Barat, mengungkap aksi dugaan penggelapan satu unit mobil.

Dua orang terduga pelaku penggelapan diamankan polisi. Satu diantaranya merupakan oknum PNS.

Keduanya adalah Hendrik (40) Buruh Harian, alamat Kp Keranggan atas dan Maymunsry (40) oknum PNS warga Kampung Teluk Rumbiah Laut Muntok, Bangka Barat.

Aksi dugaan penggelapan tersebut dilaporkan Ng Sak Kim alias Ce Kim (62) warga kampung Tegal Rejo Kelurahan Sungai Baru Kecamtan Muntok, Bangka Barat.

Dari hasil penyelidikan polisi menyita barang bukti 1 unit mobil Toyota type New Avanza 1,3 G M, 1 lembar STNK 1 lembar surat persyaratan dan ketentuan rental Trans Rent Car yang ditandatangani Hendrik tanggal 24 Juni 2020.

Kasat Reskrim Polres Bangka Barat, AKP Andri Eko Setiawan, menyebut modus operandi kedua pelaku yakni merental mobil. Setelah mobil di rental, mobil tersebut digadaikan ke tangan lainnya.

"Mereka beraksi dengan modus bahwa mobil tersebut dirental, kemudian ternyata digadaikan kepada orang lain, sehingga korban ataupun pemiliknya merasa dirugikan,” kata Andri mewakili Kaporles AKBP fedriansah, Minggu (5/7/2020)

(Bangkapos.com/Anthoni Ramli)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved