Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Jumli Jamaluddin Sebut Paradigma Sekolah Favorit Berlangsung Turun Temurun, Harus Dihilangkan

Di Pangkalpinang misalnya, ada orangtua murid yang sampai menangis, histeris, sampai protes karena anaknya tidak diterima di sekolah yang dituju.

IST/Jumli
Pemerhati Kebijakan Publik sekaligus Ketua Lembaga Partisipasi Pengawas dan Pemerhati Pelayanan Publik Bangka Belitung (LP5 Babel), Jumli Jamaludin. 

"Pengaturan sistem PPDB sesuai Permendikbud tahun ini dengan empat jalur yaitu jalur zonasi, afirmasi, prestasi dan mutasi sebetulnya merupakan kebijakan upaya pemerintah agar pemerataan mutu pendidikan bisa menyebar di berbagai sekolah dan tidak hanya terpusat pada suatu sekolah tertentu saja, dan menghapus paradigma lama terkait sekolah favorit atau unggulan,"beber Jumli.

Sebab itu, prinsip yang dikedepankan dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) sebetulnya adalah nondiskriminatif, objektif, transparan, akuntabel, dan berkeadilan untuk mendorong peningkatan akses layanan pendidikan.

Diakuinya, sistem PPDB tahun ini masih tetap menuai pro dan kontra di masayarakat.

Terutama bagi sekolah-sekolah negeri yang masih dianggap favorit atau unggulan oleh masyarakat.

Terlebih juga permasalahan yang mencolok adalah sistem zonasi.

Maka, kelemahan-kelemahan sistim PPDB kali ini dinilai perlu dievaluasi.

"Yang paling terpenting adalah upaya pemerintah daerah melalui dinas pendidikan terkait menetapkan kebijakan sebagai solusi agar semua anak-anak bisa terakomodir dan tetap bisa bersekolah. Sebab setiap anak berhak untuk mendapatkan pendidikan yang layak dan terjangkau," tutur Jumli. (Bangkapos.com/Cici Nasya Nita)

Penulis: Cici Nasya Nita
Editor: Dedy Qurniawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved