Berita Pangkalpinang
Begini Cara Orang Tua Hindari Anak Buka Konten Negatif
Hengki menyarankan pentingnya memberikan edukasi bahwa konten apa yang boleh dilihat dan tidak boleh dilihat.
Penulis: Cici Nasya Nita | Editor: Hendra
BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Anak yang terpapar konten negatif dari gawai (ponsel) yang dimainkanya menjadi permasalahan tersendiri.
Untuk meminimalisirnya Dosen ISB (Institut Sains dan Bisnis) Atma Luhur, Hengki menyarankan agar orangtua memantu history dan aplikasi yang dibuka.
"Menurut saya kembali lagi dari fungsi dan pengawasan dari orangtua, sebelum anak melihat gawai untuk bermain game atau membuka video. Orang tua wajib memberikan ketegasan terhadap anak dalam penggunaan gawai atau smart phone dengan cara sering melihat konten atau history serta aplikasi yang dibuka oleh anak," ujar Hengki saat dikonfirmasi bangkapos.com, Senin (6/7/2020).
Lebih lanjut, ia menyarankan pentingnya memberikan edukasi bahwa konten apa yang boleh dilihat dan tidak boleh dilihat.
Serta memantau waktu atau jam penggunaan gawai terutama saat menonton video atau bermain game.
Ia menambahkan perlunya orangtua mengarahkan anak terkait aplikasi yang aman digunakan anak-anak terutama dalam video.
"Untuk menghindari konten yang tak senonoh, orang tua sebaiknya memberikan aplikasi yang edukasi misalnya youtube kids," tutur Hengki.
"Intinya cara agar anak-anak tak melihat konten pornografi adalah pengawasan dari orang tua dengan melihat atau memantau aplikasi yang digunakan oleh anak-anak," lanjutnya.
Sebab menurut Hengki, peran orang tua juga sangat signifikan agar anak tidak menggunakan gawai sepanjang hari, misalnya saat kumpul keluarga dengan melarang menggunakan gawai.
(Bangkapos.com/Cici Nasya Nita)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/dosen-stmik-atma-luhur-hengki.jpg)